Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinasi diri siswa sekolah menengah kejuruan: studi komparatif berdasarkan gender Yona Apriliana; Rezki Hariko
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1220700

Abstract

Determinasi diri merupakan aspek penting yang mendukung kemandirian, pengambilan keputusan, dan kesiapan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menghadapi dunia kerja. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji determinasi diri, temuan mengenai perbedaannya berdasarkan gender masih menunjukkan hasil yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan determinasi diri siswa SMK ditinjau dari gender. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif pada 365 siswa SMK di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Self-Determination Indonesian Adolescents Scale (SDIAS) yang dikembangkan berdasarkan Self-Determination Theory, dengan reliabilitas yang tinggi (Cronbach's α = 0,873), kemudian dianalisis menggunakan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan determinasi diri yang signifikan berdasarkan gender, t(363) = −4,48, p < 0,001, dengan mean difference = −5,51 dan interval kepercayaan 95% (95% CI [−7,93, −3,09]). Rata-rata skor determinasi diri siswa perempuan (M = 106,52) lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki (M = 101,00). Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa terdapat perbedaan determinasi diri berdasarkan gender pada konteks pendidikan vokasional serta memperkuat penerapan Self-Determination Theory dalam menjelaskan variasi determinasi diri siswa SMK. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan guru bimbingan dan konseling dalam merancang layanan yang mendukung pengembangan determinasi diri sesuai dengan karakteristik siswa.
Accountability and Supervision in Guidance and Counseling: Issues and Solutions Yona Apriliana; Neviyarni N; Yarmis Syukur
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 11 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17846931

Abstract

Accountability and supervision are two essential aspects in the implementation of Guidance and Counseling (GC) services in schools. Both function to ensure that all GC activities are carried out effectively, efficiently, and in accordance with professional standards. Research and literature indicate that accountability in GC includes counselors responsibility for program implementation, the use of resources, and the outcomes of services provided to students and stakeholders. Meanwhile, supervision serves as a control and developmental mechanism that ensures the delivery of services aligns with ethical codes and educational goals. However, the implementation of accountability and supervision in the field still faces various challenges, such as low awareness of their importance, lack of structured supervision, and limited supporting facilities. To address these issues, it is necessary to strengthen counselors competencies, improve data-based monitoring systems, and enhance sustainable institutional support. By consistently applying the principles of accountability and supervision, GC services in schools can become more transparent, professional, and positively impactful on students development.