Aan Budi Santoso
Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PROGRAM MENDONGENG TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH Luncana Faridhoh Sasmito; Soelistijono; Aan Budi Santoso; Rika Yuni Ambarsari; Ninda Beny Asfuri; Artika
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6830

Abstract

Kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, berempati, dan mengelola emosi dipengaruhi oleh keterampilan sosial dan emosional, yang harus dikembangkan sejak usia sekolah dasar. Hasil observasi yang dilakukan di SDN Bororejo menunjukkan bahwa beberapa siswa masih mengalami kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, kurang percaya diri saat menyuarakan pendapat mereka, dan tidak dapat mengendalikan emosi mereka dengan benar. Kondisi ini mendorong implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kegiatan mendongeng interaktif yang menyenangkan dan bermakna. Tujuan dari kegiatan ini adalah dua hal. Yang pertama adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa. Yang kedua adalah untuk meningkatkan kemampuan guru untuk menerapkan pendekatan mendongeng berbasis pendidikan karakter. Metode pelaksanaan adalah pendekatan Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC). POAC terdiri dari tahap perencanaan program yang didasarkan pada analisis kebutuhan mitra; pengorganisasian kegiatan dan pembagian tugas; pelaksanaan program melalui mendongeng interaktif; dan pengawasan dan evaluasi hasil kegiatan. Program ini diterapkan pada 30 siswa kelas IV SDN Bororejo melalui enam sesi mendongeng yang menggunakan media visual, permainan peran, dan diskusi reflektif. Angket respons guru, wawancara, dokumentasi kegiatan, dan lembar observasi keterampilan sosial dan emosional digunakan untuk melakukan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa keterampilan sosial dan emosional rata-rata siswa meningkat dari 61,7% menjadi 85,3%. Ada peningkatan dalam hal empati, kerja sama, komunikasi, pengendalian emosi, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menghargai pendapat teman. Selain itu, guru memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap program dan menyatakan bahwa teknik mendongeng mudah digunakan dan dapat membuat pembelajaran lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, program mendongeng interaktif telah terbukti menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa di sekolah dasar. Program ini juga dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembelajaran dan literasi sekolah.
Implementasi Pendidikan Karakter Bertanggung Jawab Sekolah Dasar Negeri 03 Wonorejo Kelas III Kabupaten Karanganyar Tahun 2025/2026 Fattah Wahyu Kusumo; Aan Budi Santoso; Luncana Faridhoh Sasmito
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter bertanggung jawab pada siswa kelas III di SD Negeri 03 Wonorejo Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter bertanggung jawab dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan kegiatan rutin seperti piket kelas, doa bersama, kegiatan kebersihan, serta penerapan disiplin dan manajemen kelas yang mendorong kemandirian siswa. Guru berperan penting sebagai fasilitator dan teladan dalam menanamkan nilai tanggung jawab. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini antara lain budaya sekolah yang positif dan dukungan kepala sekolah, sedangkan hambatannya berupa keterbatasan sarana dan konsistensi sebagian siswa. Secara keseluruhan, implementasi pendidikan karakter bertanggung jawab di SD Negeri 03 Wonorejo telah berjalan efektif dan berdampak positif terhadap kedisiplinan, partisipasi, serta kemandirian siswa.