Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Partisipatif Program KOMPAK dalam Penguatan Pendidikan Karakter Keagamaan dan Kesadaran Lingkungan Muhamad Zainul Umam; Mujiono; Slamet Munawar; Suhirmanto
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i2.24807

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program KOMPAK (Kolaborasi Mahasiswa Peduli Agama dan Kelestarian) dilaksanakan sebagai upaya penguatan karakter keagamaan dan kesadaran lingkungan masyarakat di RW 01 Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan partisipatif dalam program KOMPAK serta dampaknya terhadap perubahan perilaku masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan pembinaan akhlak, serta meningkatnya kesadaran terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui kegiatan kerja bakti dan edukasi lingkungan. Pembahasan menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pendekatan partisipatif dalam program KOMPAK efektif dalam memperkuat karakter keagamaan dan kesadaran lingkungan masyarakat. Disarankan agar program serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak.
The Contribution of Pesantren Education to the Internalization of Moral Values: A Case Study of Raudlatul Muta'allimin Kudus Muhamad Zainul Umam
Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia Vol. 2 No. 3 (2025): August: Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/harmonyphilosophy.v2i3.212

Abstract

This research examines the vital role of pesantren education in embedding and sustaining moral values within the broader social context, with a particular focus on Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Kudus. As traditional Islamic institutions, pesantren not only function as centers for religious instruction but also act as moral guardians that shape the character, ethics, and social behavior of students and their surrounding communities. In the midst of rapid globalization and shifting cultural dynamics, pesantren face the challenge of preserving the relevance of Islamic values while adapting to contemporary realities. The purpose of this study is to investigate how pesantren education contributes to moral development and to identify strategies utilized to instill Islamic ethics. Using a qualitative case study approach, the research gathered data through interviews, direct observation, and documentation involving kyai, teachers, students, and community members. The findings show that pesantren foster moral growth through structured daily rituals, integration of moral teachings in curriculum, exemplary leadership (uswah), and active community-based programs. These practices build discipline, honesty, empathy, and social responsibility in students, which in turn positively affect the surrounding society. Furthermore, the leadership model demonstrated by kyai and teachers plays a central role in reinforcing values through example, rather than instruction alone. The study concludes that pesantren education continues to serve as a powerful moral force by blending religious instruction with practical community engagement, ensuring that values are not only taught but also lived. This underscores the relevance of pesantren as adaptive agents of moral transformation capable of addressing the ethical challenges of modern Muslim societies. It also highlights that the pesantren framework can serve as a replicable model for strengthening character education in diverse social and cultural contexts, making it both traditional and forward-looking.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika (Survey Pada SMP Negeri di Kabupaten Bogor Umi Sulistyani Sulistyani; Muhamad Zainul Umam
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar Matematika siswa SMP Negeri di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional dan regresi ganda. Populasi penelitian berjumlah 988 siswa kelas VII dari SMP Negeri 1 Cileungsi, SMP Negeri 3 Cileungsi, dan SMP Negeri 4 Cileungsi, dengan sampel sebanyak 90 siswa yang ditentukan melalui teknik proporsional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan emosional dan kemandirian belajar serta dokumentasi nilai prestasi belajar matematika. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kemandirian belajar berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap prestasi belajar Matematika. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.