This Author published in this journals
All Journal Politeknosain
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun dan Evaluasi Sistem IoT Berdaya Rendah Berbasis ESP32 dan LoRa untuk Pengiriman Data Sensor Jarak Jauh Sudarno Sudarno; Agus Haryawan
Politeknosains Vol 25 No 1 (2026): Jurnal Politeknosains Volume 25 Nomor 1 - Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi "Internet of Things" (IoT) menuntut sistem komunikasi yang mampu mengirimkan data dalam jarak jauh dengan konsumsi daya yang minimal, terutama pada implementasi di area terpencil atau "outdoor". Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi sistem IoT berbasis mikrokontroler ESP32 dan modul komunikasi LoRa ("Long Range") untuk transmisi data sensor secara nirkabel. Metodologi yang digunakan meliputi integrasi perangkat keras sensor, optimalisasi protokol komunikasi LoRa, serta pengujian performa sistem yang mencakup jangkauan transmisi ("range test") dan analisis konsumsi energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan LoRa pada platform ESP32 mampu memberikan jangkauan komunikasi yang luas dengan efisiensi daya yang signifikan melalui implementasi mode "deep sleep". Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi infrastruktur pemantauan jarak jauh yang memiliki keterbatasan sumber daya listrik dan akses jaringan internet konvensional.
Sistem Monitoring Konsentrasi Gas Karbondioksida (PPM) Pada Greenhouse Berbasis Internet of Things Dengan Protokol MQTT Sudarno Sudarno; Muhammad Alhan
Politeknosains Vol 25 No 1 (2026): Jurnal Politeknosains Volume 25 Nomor 1 - Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lingkungan greenhouse untuk memastikan laju fotosintesis tanaman berjalan optimal. Meskipun sistem monitoring IoT sudah banyak dikembangkan, efisiensi transmisi data dan analisis pola lingkungan pada kondisi spesifik masih memerlukan kajian mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan sistem monitoring CO2 berbasis MQTT dengan optimasi struktur payload ringan dan pengujian performa jaringan pada lingkungan greenhouse tropis. Sistem ini menggunakan sensor NDIR MH-Z19B, mikrokontroler ESP32, dan protokol MQTT untuk komunikasi data secara real-time . Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan struktur payload yang dioptimalkan mampu menekan penggunaan bandwidth secara signifikan dengan rata-rata latency di bawah 100ms. Selain itu, integrasi data berhasil memetakan pola fluktuasi CO2 harian yang unik pada greenhouse skala kecil, yang dapat menjadi acuan bagi sistem kontrol otomatis yang lebih presisi.
Sensor Suhu dan Kelembaban untuk Green House Menggunakan Wemos D1 Mini dan Protokol MQTT Sudarno Sudarno; Agus Haryawan; Taman Ginting
Politeknosains Vol 24 No 2 (2025): Jurnal Politeknosains Volume 24 Nomor 2 - September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Greenhouse modern memerlukan sistem monitoring lingkungan yang mampu bekerja secara real-time serta mudah diintegrasikan dengan layanan berbasis cloud guna mendukung konsep pertanian presisi dan smart agriculture. Penelitian ini membahas perancangan dan implementasi sistem monitoring lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler Wemos D1 Mini (ESP8266). Sistem ini dirancang untuk memantau parameter lingkungan utama yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu suhu, kelembaban udara, dan kelembaban tanah.Pengiriman data dari perangkat IoT ke sistem backend dilakukan menggunakan protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) yang memiliki karakteristik ringan, efisien dalam penggunaan bandwidth, serta sesuai untuk perangkat dengan sumber daya terbatas. Data sensor dikirimkan secara periodik melalui jaringan WiFi ke broker MQTT dengan interval publikasi setiap 2 detik. Arsitektur sistem menerapkan model komunikasi publish–subscribe, sehingga memungkinkan sistem untuk dikembangkan menjadi ekosistem multi-perangkat yang bersifat skalabel dan fleksibel.Metodologi penelitian meliputi perancangan perangkat keras, pengembangan firmware, konfigurasi komunikasi MQTT, serta pengujian sistem secara kontinu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengirimkan data telemetry sensor secara stabil dan berkelanjutan dengan latensi yang rendah. Selain itu, sistem mendukung fitur pemantauan status perangkat melalui mekanisme Last Will and Testament (LWT), yang memungkinkan pendeteksian otomatis ketika perangkat mengalami gangguan koneksi atau tidak aktif.Berdasarkan hasil penelitian, sistem monitoring greenhouse berbasis MQTT ini dinilai mampu mendukung kebutuhan monitoring lingkungan secara real-time dan dapat dijadikan sebagai modul dasar dalam pengembangan platform GreenCloud IoT untuk aplikasi smart agriculture. Sistem ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi layanan cloud, analisis data, serta otomasi pengendalian lingkungan greenhouse.