Kemampuan bekerja sama merupakan salah satu aspek perkembangan sosial yang penting dikembangkan sejak usia dini karena berperan dalam membentuk kemampuan anak untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman sebaya. Namun, hasil observasi di Kelompok B TK IT Daarain Maja Kabupaten Lebak menunjukkan bahwa kemampuan bekerja sama anak masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama anak melalui penerapan metode proyek dalam kegiatan menanam sayur bayam. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Daarain Maja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode proyek mampu meningkatkan kemampuan bekerja sama anak. Persentase anak yang mencapai kategori baik meningkat dari 33,33% pada Siklus I menjadi 73,33% pada Siklus II, sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 70%. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak untuk aktif dalam kelompok, berbagi dengan teman, dan merespons teman secara positif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, metode proyek melalui kegiatan menanam sayur bayam efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama anak usia dini.