Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH GREEN INTELLECTUAL CAPITAL DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN DENGAN ECO-EFFICIENCY SEBAGAI PEMODERASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BURSA EFEK INDONESIA Rahmat Fauzi; Dian Widiyati; Iin Rosini
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kgda2851

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh Green Intellectual Capital (GIC) dan dua mekanisme Good Corporate Governance — proporsi Dewan Komisaris Independen dan ukuran Komite Audit — terhadap Kinerja Keberlanjutan perusahaan, sekaligus menguji peran Eco-Efficiency yang diproksikan melalui kepemilikan sertifikat ISO 14001 sebagai variabel pemoderasi. Riset ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya tekanan regulasi keberlanjutan di Indonesia (POJK No. 51/2017 dan POJK No. 18/2023) serta standar internasional IFRS S1 dan S2, yang menjadikan sektor energi sebagai konteks pengamatan yang relevan mengingat eksternalitas lingkungannya yang tinggi. Penelitian dirancang secara kuantitatif-asosiatif dengan data panel seimbang dari 16 perusahaan sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2024, menghasilkan 96 unit amatan firm-year yang diperoleh melalui purposive sampling. Data diestimasi menggunakan regresi data panel Cross-Section Random Effects (estimator Swamy-Arora) yang diperluas dengan Moderated Regression Analysis (MRA) berbantuan EViews 12. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Dewan Komisaris Independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keberlanjutan (β = 0,471; p = 0,026), sementara GIC, Komite Audit, dan Eco-Efficiency tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan pada model utama. Pada model moderasi, Eco-Efficiency justru memperlemah pengaruh GIC terhadap Kinerja Keberlanjutan secara signifikan (β = -0,036; p = 0,017), mengindikasikan adanya relasi substitutif antara kapabilitas pengetahuan hijau dan sistem manajemen lingkungan formal. Adjusted R² meningkat dari 7,55% menjadi 15,43% setelah interaksi dimasukkan ke dalam model. Temuan ini memperkaya diskursus Resource-Based View, Teori Legitimasi, dan Teori Keagenan dalam literatur akuntansi keberlanjutan, serta memberikan masukan praktis bagi manajemen perusahaan energi, investor berorientasi ESG, dan regulator pasar modal.  
Pengaruh Perencanaan Pajak dan Beban Pajak Tangguhan Terhadap Manajemen Laba Dengan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Moderasi Rahmat Fauzi; Anggun Anggraini
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6927

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh pengaruh perencanaan pajak, beban pajak tangguhan dan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderasi terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode asosiatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Data Panel dengan menggunakan aplikasi Eviews versi 12 dan Microsoft Excel. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu Perusahaan sektor consumer non-cyclicals sub sektor makanan dan ninuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan hasil 132 populasi penelitian menjadi 13 sampel akhir penelitian atau 65 data observasi yang diolah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pajak tidak berpengaruh terhadap manajemen laba sedangkam beban pajak tangguhan berpengaruh secara simultan terhadap manajemen laba, kepemilikan manajerlial mampu memoderasi perencanaan pajak terhadap manajemen laba dan kepemilikan manakerial mampu memoderasi beban pajak tangguhan terhadap manajemen laba.