Email masih menjadi salah satu vektor serangan siber paling dominan dalam penyebaran malware, baik terhadap organisasi maupun end-user. Berbagai laporan keamanan siber menunjukkan bahwa lebih dari 90% serangan malware diawali melalui email, dengan sekitar 30–40% email yang diterima organisasi dikategorikan sebagai spam atau berpotensi berbahaya, serta sebagian besar memanfaatkan lampiran berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen sah. Hampir 95% organisasi dilaporkan pernah mengalami serangan phishing berbasis email setidaknya satu kali dalam satu tahun, dan lebih dari 50% insiden ransomware pada lingkungan korporasi bermula dari email yang mengandung lampiran malware. Pada tingkat end-user, ratusan juta email phishing dan malware dikirimkan setiap hari secara global, dengan sebagian berhasil mencapai kotak masuk pengguna dan menyebabkan pencurian data serta kerugian finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik infeksi email-borne malware melalui lampiran email serta dampaknya terhadap keamanan siber pada lingkungan korporasi dan end-user. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur dan studi kasus terhadap laporan insiden keamanan siber serta publikasi ilmiah terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis malware yang paling sering disebarkan melalui lampiran email meliputi trojan, ransomware, dan spyware, dengan rekayasa sosial sebagai faktor utama keberhasilan serangan. Dampak yang ditimbulkan mencakup pencurian data sensitif, gangguan operasional sistem, kerugian finansial, serta penurunan tingkat kepercayaan pengguna dan reputasi organisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa tingginya intensitas serangan email-borne malware menuntut penerapan strategi mitigasi yang komprehensif, seperti peningkatan kesadaran keamanan siber, pemanfaatan sistem penyaring email, dan penggunaan perangkat lunak keamanan yang andal untuk meminimalkan risiko infeksi malware melalui email.