Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Women and Leadership in Banking Sector: Opportunities and Challenges Within Malay Cultural Values Tessa Shasrini; Al Sukri; Yudi Daherman
Communicare : Journal of Communication Studies Vol. 13 No. 1 (2026): Communicare: Journal of Communication Studies
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/

Abstract

The increasing presence of women in banking leadership reflects progress in workplace gender inclusion; however, structural and cultural barriers remain, particularly in societies with strong traditional values such as Malay culture. This study examines the opportunities and challenges faced by women leaders in the banking sector and the influence of Malay cultural values on their leadership experiences. This study employed a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving five female leaders from banking institutions in Pekanbaru. The findings show that women gain leadership opportunities through educational qualifications, professional competence, work performance, and merit-based organizational support. Participants demonstrated participative and transformational leadership characterized by effective communication, empathy, and collaboration. However, they continued to face role conflict, gender stereotypes, and cultural expectations emphasizing women’s domestic responsibilities. Malay cultural values shape women’s leadership in complex ways by promoting harmony, responsibility, and interpersonal sensitivity while also reinforcing traditional gender norms that may constrain career advancement. These findings highlight the interaction between organizational meritocracy, leadership competence, and sociocultural expectations in shaping women’s leadership experiences in the banking sector.  
Literasi Digital: Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pendidikan Politik Dalam Pemilu 2024 Al Sukri; Hamsal Kamar; Dafrizal Samsudin; Tessa Shasrini
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.5768

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini mendorong arus informasi yang melimpah. Informasi saat ini tidak hanya dikendalikan oleh media massa utama seperti surat kabar, majalah, telelevisi, radio, media massa online (portal berita) semata, tetapi juga dikendalikan oleh media sosial. Oleh karenanya kehadiran TIK seperti ini harus dimanfaatan sebaik-baiknya untuk menciptakan masyarakat yang informatif, termasuk juga dalam pemilu. Media pendidikan politik salah satunya dapat dilakukan melalui media sosial. Media sosial merupakan salah satu media yang dapat dijadikan media pendidikan politik, namun sebelumnya perlu juga membangun masyarakat yang melek media. Melek media digital dengan pendidikan politik sangat kuat, karena banyak sekali informasi di platform media sosial berupa informasi keliru, tidak benar (hoak), informasi yang dimanipulasi sedemikian rupa untuk kepentingan individu atau kelompok. Tujuan dari Pengabdian masyarakat (PKM) untuk meningkatkan literasi media masyarakat, memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi politik guna meningkatkan partisipasi politik pemilu 2024, terciptanya iklim demokrasi yang positif. Hasil pengabdian ini yaitu masyarakat mampu menggunakan media sosial sebagai media informasi politik, masyarakat berpartisipasi mendistribusikan, memproduksi informasi yang positif terkait pemilu, partisipasi masyarakat pada pemilu meningkat.