Latar Belakang : Setiap tahun, prevalensi Arthritis Rheumatoid mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa negara termasuk indonesia. Salah satu faktor risiko dalam peningkatan terjadinya arthritis rheumatoid adalah usia(Elsi, 2018). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (2016) memperkirakan bahwa 335 juta orang di seluruh dunia mengalami peradangan sendi rheumathoid(Daryanti, Budi Widiyanto, 2020).Pada ahun 2020 di Indonesia di perkirakan jumlah usia lanjut sebanyak 28,8 juta orang dan sekitar 49,0% akan mengalami peradangan sendi rheumatoid. Angka kejadian nyeri sendi reumatoid di Indonesia sangat tinggi, yang merupakan salah satu dari 12 penyakit tidak menular.Menurut hasil (riskesdas ) pada ahun 2013 jumlah angka kejadian penyakit arhritis rheumatoid sebanyak 24.7%. Yang mengalami penyakit rheumaoid arthriis lebih banyak perempuan dibandingkan yang laki-laki. Jumlah yang menderita penyakit rheumatoid arthritis pada laki-laki hanya 10.3% sedangkan yang perempuan sebanyak 13.4%.(Rufaridah Anne, Cumayunaro Ayuro, 2020). Tujuan: Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui pengaruh dari pemberian kompres serai hangat untuk mengurangi kekuatan nyeri radang sendi rheumatoid di masa tua.Metode Penelitian: Eksperimen one-group pretest-posttets designdengan pendekatan Literature Review Sumber data yang diperoleh dari hasil pencarian dan seleksi artikel menggunakan database ScienceDirect, Wiley dan Google Scholar. Kiriteria inklusi yang digunakan adalah artikel tahun 2011-1021 dan di peroleh 3 artikel yang relevan. Hasil: ada perbedaan kritis antara skala nyeri normal sebelumnya, kemudian setelah melakukan kompresserai hangat.Kata Kunci: Kompres serei hangat,Nyeri, Artritis reumatoid, LansiaLatar Belakang : Setiap tahun, prevalensi Arthritis Rheumatoid mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa negara termasuk indonesia. Salah satu faktor risiko dalam peningkatan terjadinya arthritis rheumatoid adalah usia(Elsi, 2018). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (2016) memperkirakan bahwa 335 juta orang di seluruh dunia mengalami peradangan sendi rheumathoid(Daryanti, Budi Widiyanto, 2020).Pada ahun 2020 di Indonesia di perkirakan jumlah usia lanjut sebanyak 28,8 juta orang dan sekitar 49,0% akan mengalami peradangan sendi rheumatoid. Angka kejadian nyeri sendi reumatoid di Indonesia sangat tinggi, yang merupakan salah satu dari 12 penyakit tidak menular.Menurut hasil (riskesdas ) pada ahun 2013 jumlah angka kejadian penyakit arhritis rheumatoid sebanyak 24.7%. Yang mengalami penyakit rheumaoid arthriis lebih banyak perempuan dibandingkan yang laki-laki. Jumlah yang menderita penyakit rheumatoid arthritis pada laki-laki hanya 10.3% sedangkan yang perempuan sebanyak 13.4%.(Rufaridah Anne, Cumayunaro Ayuro, 2020). Tujuan: Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui pengaruh dari pemberian kompres serai hangat untuk mengurangi kekuatan nyeri radang sendi rheumatoid di masa tua.Metode Penelitian: Eksperimen one-group pretest-posttets designdengan pendekatan Literature Review Sumber data yang diperoleh dari hasil pencarian dan seleksi artikel menggunakan database ScienceDirect, Wiley dan Google Scholar. Kiriteria inklusi yang digunakan adalah artikel tahun 2011-1021 dan di peroleh 3 artikel yang relevan. Hasil: ada perbedaan kritis antara skala nyeri normal sebelumnya, kemudian setelah melakukan kompresserai hangat.Kata Kunci: Kompres serei hangat,Nyeri, Artritis reumatoid, Lansia