This Author published in this journals
All Journal Transparansi Hukum
Khairul Fahmi
Program Studi Magister Hukum Universitas Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAGASAN PEMILIHAN PRESIDEN MELALUI MAJELIS KONSTITUEN: PERBANDINGAN PEMILU AMERIKA SERIKAT DENGAN INDONESIA Haiva Amri; Khairul Fahmi
Transparansi Hukum Vol. 9 No. 2 (2026): TRANSPARANSI HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/transparansi.v9i2.7755

Abstract

Artikel ini mengkaji gagasan pemilihan Presiden di Indonesia melalui pembentukanMajelis Konstituen sebagai alternatif dari sistem pemilihan langsung denganmelakukan perbandingan terhadap mekanisme Electoral College di AmerikaSerikat. Kajian ini berangkat dari problematika kualitas demokrasi elektoralIndonesia, seperti rendahnya literasi politik pemilih yang cenderung bersifatemosional, populistik dan dipengaruhi fenomena fear of missing out (FOMO) danmengabaikan rekam jejak kandidat dalam menentukan pilihan. Kondisi iniberimplikasi pada potensi terpilihnya pemimpin yang tidak memiliki integritas dankualitas kepemimpinan yang memadai. Penelitian ini fokus mengkaji duapersoalan: 1) apa kelemahan dan kelebihan proses pemilihan presiden secaralangsung dalam aspek kualitas Presiden yang dihasilkan, dan 2) bagaimana peluangmengubah sistem pemilihan langsung presiden dan wakil presiden menjadipemilihan melalui majelis konstituen. Melalui pendekatan yuridis-normatif,penelitian ini menganalisis bagaimana sistem Electoral College di Amerika Serikatberfungsi sebagai mekanisme perantara antara kehendak rakyat dan hasil akhirpemilihan Presiden tanpa melibatkan lembaga legislatif federal secara langsung.Berdasarkan analisis tersebut, artikel ini menemukan bahwa terdapat kelemahandan kelebihan fundamental yang secara langsung mempengaruhi kualitas presidenyang dihasilkan. Kelebihan sistem pemilihan langsung memberikan legitimasipolitik yang kuat karena presiden dipilih langsung oleh rakyat, sehinggamemperkuat stabilitas pemerintahan dan akuntabilitas publik. Kelemahan sistempemilihan langsung dapat dilihat dari kualitas presiden yang dihasilkan tidaksemata ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan, tetapi sangat dipengaruhi olehstrategi politik elektoral yang digunakan untuk memenangkan suara. Oleh karenaitu konstruksi Majelis Konstituent sebagai lembaga elektoral independen dalamsistem ketatanegaraan Indonesia yang dibentuk secara konstitusional dapatberfungsi untuk menyaring, memilih dan menetapkan Presiden berdasarkankombinasi legitimasi elektoral dan penilaian kualitas kandidat. Hasil kajianmenunjukkan bahwa model ini berpotensi memperkuat kualitas kepemimpinannasional melalui penerapan standar seleksi yang ketat terhadap anggota MajelisKonstituent, sehingga proses pemilihan Presiden tidak semata ditentukan olehpopularitas, tetapi juga oleh pertimbangan rasional dan konstitusional.Kata Kunci: Pemilihan Presiden, Majelis Konstituen, Electoral College