Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal kerja, biaya operasional dan tingkat pendidikan nelayan terhadap pendapatan kelompok usaha bersama nelayan di Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa survei kuesioner sebagai sumber data primer. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 227 nelayan. Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan ialah Purposive Sampling melalui rumus Slovin, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang. Alat analisis yang digunakan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas, uji regresi linear berganda, uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi. Hasil analisis statistik menjelaskan bahwa: (1) Hasil uji t (parsial) penelitian diperoleh thitung 5,341 > t tabel 1,66827 maka H0 ditolak dan H1 diterima pada level of signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga variabel Modal Kerja (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan pada Nelayan di Desa Kenjeran Surabaya (2) Hasil uji t (parsial) penelitian diperoleh thitung 2,900 > t tabel 1,66827 maka H0 ditolak dan H1 diterima pada level of signifikan sebesar 0,001 < 0,05. Sehingga variabel Biaya Operasional (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan pada Nelayan di Desa Kenjeran Surabaya. (3) Hasil uji t (parsial) penelitian diperoleh thitung 2,499 > t tabel 1,66827 maka H0 ditolak dan H1 diterima pada level of signifikan sebesar 0,009 < 0,05. Sehingga variabel Pendidikan (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan pada Nelayan di Desa Kenjeran Surabaya. (4) Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui variable yang berpengaruh paling dominan ialah variabel Modal Kerja dengan nilai standardized of coefficient (β) paling besar yaitu 0,579 atau 57,9%. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, Modal Kerja merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap Pendapatan pada Nelayan di Desa Kenjeran Surabaya.