Kawasan Alun-Alun Lembang merupakan salah satu pusat kegiatan wisata dan perdagangan utama di Jawa Barat yang menghadapi permasalahan kinerja lalu lintas akibat tingginya hambatan samping, seperti parkir di badan jalan (on-street parking), aktivitas pedagang kaki lima, dan pergerakan pejalan kaki di sepanjang ruas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi lalu lintas eksisting, menilai tingkat walkability kawasan, serta merumuskan strategi penataan lalu lintas melalui pendekatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL). Analisis dilakukan melalui survei lalu lintas, evaluasi kinerja ruas jalan dan simpang berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, penilaian Walkability Index mengacu pada kerangka kerja Asian Development Bank (ADB), serta simulasi lalu lintas mikroskopis menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM. Validasi model dilakukan menggunakan statistik Geoffrey E. Havers (GEH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas ruas jalan berkisar antara 1.443–2.565 skr/jam, dengan hambatan samping sebagai faktor utama yang memengaruhi penurunan kinerja lalu lintas. Nilai rata-rata Walkability Index kawasan sebesar 44,8 yang termasuk dalam kategori Not Walkable, menunjukkan bahwa fasilitas pejalan kaki masih belum memadai. Model simulasi dinyatakan valid karena seluruh titik pengamatan memiliki nilai GEH kurang dari 5. Skenario penataan lalu lintas yang diusulkan, meliputi relokasi parkir on-street, penataan pedagang kaki lima, peningkatan fasilitas pejalan kaki, dan pengelolaan simpang, terbukti mampu meningkatkan kinerja jaringan jalan secara signifikan. Tundaan rata-rata kendaraan menurun dari 48,67 detik/kendaraan menjadi 27,27 detik/kendaraan, sedangkan kecepatan rata-rata meningkat dari 22,21 km/jam menjadi 28,85 km/jam. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian hambatan samping secara terpadu dan peningkatan fasilitas pejalan kaki merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan mobilitas serta mendukung sistem transportasi kawasan wisata perkotaan yang berkelanjutan