Latar Belakang: Passing atas merupakan teknik dasar krusial dalam permainan bola voli yang menentukan kualitas penyusunan serangan (set-up) dan efektivitas eksekusi spike. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa latihan teknik dasar yang diterapkan pada atlet klub seringkali bersifat konvensional, monoton, dan kurang terstruktur secara spesifik untuk meningkatkan kompetensi passing atas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model variasi latihan passing atas yang valid dan praktis guna meningkatkan keterampilan teknik dasar atlet bola voli PBV. Pusri Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development). Sampel penelitian meliputi 15 atlet bola voli putra dan putri PBV. Pusri Palembang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, serta dua orang validator ahli (satu ahli teknik bola voli tingkat nasional dan satu ahli media pembelajaran). Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar validasi produk dan lembar kepraktisan pengguna dengan menggunakan skala Guttman (Ya/Tidak). Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase untuk menentukan tingkat kevalidan dan kepraktisan produk. Hasil: Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa produk variasi latihan passing atas memperoleh rata-rata persentase kevalidan sebesar 90,00% (kategori sangat valid), dengan rincian validasi ahli teknik bola voli sebesar 93,33% dan ahli media pembelajaran sebesar 86,67%. Hasil uji coba pengguna menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 90,00% pada uji skala kecil (dua orang setter) dan 90,22% pada uji skala besar (15 orang atlet), yang keduanya termasuk dalam kategori sangat praktis. Kesimpulan: Model variasi latihan passing atas yang dikembangkan melalui pendekatan ADDIE dinyatakan valid secara materi dan media, serta praktis untuk diimplementasikan dalam kegiatan latihan teknik dasar bola voli di klub atlet. Produk akhir berupa buku pedoman variasi latihan dan video demonstrasi yang dapat dijadikan alternatif rujukan pelatih dalam menyusun program latihan yang sistematis dan bervariasi.