Ahmad Busyairi Muslim
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan Dan Solusi Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus Pada Salah Satu Sekolah Dasar Di Kota Banjarmasin Apriliani Apriliani; Nazwa Khalisa; Ahmad Busyairi Muslim; Latif Firdaus; Dhea Adella; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.722

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meskipun demikian, implementasinya di tingkat sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis solusi dan strategi yang diterapkan dalam pelaksanaannya di SDN Belitung Utara 3 Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan operator sekolah sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan melalui pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dengan mengintegrasikan pendekatan deep learning yang berlandaskan prinsip mindful, joyful, dan meaningful. Implementasi kurikulum didukung oleh kegiatan literasi, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta berbagai program pengembangan karakter. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman guru pada tahap awal implementasi, keberagaman kemampuan peserta didik termasuk siswa berkebutuhan khusus, keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, tingginya tuntutan adaptasi guru, serta persepsi masyarakat yang belum sepenuhnya memahami Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah menerapkan berbagai strategi seperti In House Training (IHT), Kelompok Kerja Guru (KKG), Komunitas Belajar (Kombel), pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan media digital, serta penguatan komunikasi dengan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan kolaborasi seluruh warga sekolah, dukungan sarana yang memadai, dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.