Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas rendah sekolah dasar memerlukan media pembelajaran yang mampu mengonkretkan konsep agar peserta didik lebih mudah memahami materi. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas II Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Sukoharjo, hasil belajar peserta didik pada materi lingkungan masih rendah karena proses pembelajaran didominasi metode ceramah dan belum memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media gambar serta mengetahui peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi lingkungan melalui penggunaan media gambar. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang terdiri atas dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 peserta didik kelas II MIN 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui perhitungan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 61,90% pada pra siklus menjadi 76,19% pada Siklus I dan mencapai 90,48% pada Siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar juga meningkat dari 68 pada pra siklus menjadi 75 pada Siklus I dan 84 pada Siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan media gambar juga meningkatkan keaktifan, perhatian, serta partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media gambar terbukti efektif digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia materi lingkungan pada peserta didik kelas II Madrasah Ibtidaiyah