Rendahnya hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi hak dan kewajiban siswa kelas III SDN Sidokepung 1 menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila materi hak dan kewajiban pada siswa kelas III SDN Sidokepung 1. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, serta lembar observasi untuk menilai ranah afektif dan psikomotorik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics melalui uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 40,53 meningkat menjadi 71,58 pada posttest. Rekapitulasi nilai akhir hasil belajar menunjukkan rata-rata sebesar 79,57 dengan kategori baik. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest sebesar 0,064 dan posttest sebesar 0,077 (p > 0,05). Selanjutnya, hasil uji Paired Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran Role Playing terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, model pembelajaran Role Playing efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik serta dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.