Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs) serta kinerja lingkungan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur subsektor basic materials yang ada di Bursa Efek Indonesia. Isu keberlanjutan menjadi semakin krusial bagi perusahaan manufaktur, khususnya sektor basic materials yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon nasional (Institute for Essential Services Reform, 2024), sementara keterkaitan dari praktik berkelanjutan serta serta kinerja keuangan masih ada temuan yang berbeda di penelitian terdahulu. Pendekatan kuantitatif, jenis metode deskriptif verifikatif diaplikasikan melalui analisis regresi data panel terhadap 12 perusahaan terpilih secara purposive sampling, menghasilkan 60 observasi selama periode 2020–2024. Pengungkapan SDGs diukur melalui indeks logaritma natural dari 17 menggunakan akar kuadrat Return on Assets (ROA). Hasil pengujian model ditemukan Random Effect Model (REM) sebagai model estimasi terbaik. Temuan regresi bahwa pengungkapan SDGs memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap profitabilitas (koefisien 0,214284; p=0,0051), sedangkan kinerja lingkungan berpengaruh negatif dan signifikan (koefisien -0,200615; p=0,0172). Kedua variabel berpengaruh simultan signifikan terhadap profitabilitas (F=7,907699; p=0,000931) Adjusted R² 0,189732. Artinya dimensi keberlanjutan memiliki peran penting, namun dengan arah pengaruh berbeda terhadap kinerja keuangan perusahaan, sehingga strategi keberlanjutan perlu dikelola secara efisien agar tidak menekan profitabilitas jangka pendek.