Reikha Habibah Yusfi
Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Semarang, Negara Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstelasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Dheavani Dhysta Layungsari; Reikha Habibah Yusfi
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2508

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu permasalahan pembangunan di negara berkembang yang berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi data panel untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menggunakan aplikasi olah data Stata 17. Hasil penelitian menunjukan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif terhadap kemiskinan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa jumlah pengangguran yang meningkat akan meningkatkan jumlah penduduk miskin karena berkurangnya kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendapatan, walaupun hasil yang didapatkan menunjukan pengaruh yang tidak signifikan. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, yang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Selain itu, Angka Partisipasi Sekolah (APS) juga berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, yang berarti peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dapat mendukung penurunan tingkat kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor ketenagakerjaan dan pembangunan manusia berdampak dalam memengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meskipun, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Secara keseluruhan pada penelitian ini, melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kemiskinan di Nusa Tenggara Timur dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pembangunan manusia yang termasuk ke dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tingkat pengangguran yang rendah, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, serta akses terhadap pendidikan yang ditingkatkan menjadi faktor yang saling berkorelasi dalam upaya pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan pembangunan manusia untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.