ABSTRAKKualitas laba merupakan salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi pada sektor perbankan, namun dalam penerapannya masih seringkali terdistorsi oleh asimetri informasi dan konflik keagenan yang menjadi pemicu praktik manajemen laba. Meskipun OJK telah memberikan kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, namun dilapangan masih menunjukkan terjadinya fluktuasi kualitas laba yang signifikan pada sub sektor perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan bukti empiris pengaruh komite audit, audit tenure, dan kebijakan dividen sebagai faktor penentu kualitas laba, studi Empiris pada perusahaan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020 - 2024. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 10 perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder menggunakan data laporan keuangan yang telah diterbitkan perusahaan melalui website idx dan website masing-masing perusahaan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode analisis data penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi data panel yang diproses menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap kualitas laba. Sedangkan komite audit dan audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Secara simultan, model penelitian ini berpengaruh sebesar 18% sedangkan 82% sisanya dipengaruhi oleh variabel diluar model. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas literatur tata kelola perusahaan dan sinyal keuangan. Implikasinya, Kebijakan dividen terbukti menjadi faktor penentu kualitas laba dibandingakan pengawasan formal.ABSTRACTEarnings quality is an important factor in investment decision-making in the banking sector. However, in practice, it is often distorted by information asymmetry and agency conflicts that may trigger earnings management practices. Although the Financial Services Authority (OJK) implemented a credit restructuring relaxation policy to maintain the stability of the financial sector. However, in practice, significant fluctuations in earnings quality are still observed in the banking sub-sector. This study aims to determine and provide empirical evidence of the effect of the audit committee, audit tenure, and dividend policy as determinants of earnings quality, an empirical study on banking sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This study uses a sample of 10 companies. The quantitative study used secondary data, using financial report published by the companies on the IDX website and their respective websites. The sampling method in this research is purposive sampling. The data analysis method of this research was tested using panel data regression analysis processed using Eviews12. The results of this study indicate that dividend policy influences earnings quality. While audit committee and audit tenure has no effect on earnings quality. Simultaneously, the research model explains 18% while the remaining 82% is influenced by variables outside the model. This study contributes to expanding the literature on corporate governance and financial signaling. The implication of this study is that dividend policy has been proven to be a determinant of earnings quality compared to formal governance mechanisms.