Muhammad Saifrizal
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKANKAH EKONOMI MASYARAKAT AKAN BANGKIT PASCA BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI ACEH? ANALISIS KETAHANAN EKONOMI DAN STRATEGI PEMULIHAN BERKELANJUTAN Yafitzam Yusuf; Muhammad Saifrizal
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2404

Abstract

Bencana hidrometeorologi merupakan salah satu ancaman yang semakin sering terjadi di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Banjir, tanah longsor, angin seperti puting beliung, dan cuaca ekstrem telah memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prospek seberapa cepat atau tidaknya masyarakat Aceh dapat memulihkan ekonominya setelah bencana hidrometeorologi melalui pendekatan ketahanan, efektivitas kebijakan pemerintah daerah, serta peran masyarakat dalam proses pemulihan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi tinjauan pustaka dengan merujuk pada literatur ilmiah, dokumen pemerintah, dan studi-studi sebelumnya yang membahas topik mitigasi bencana (pembangunan ekonomi regional/lokal). Studi ini menemukan bahwa secara keseluruhan, pemulihan rata-rata kondisi ekonomi masyarakat bermuara pada empat faktor utama: “kecepatan rehabilitasi infrastruktur; akses terhadap pembiayaan; keberlanjutan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah); serta koordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.” Hilangnya produktivitas akibat bencana hidrometeorologis paling terasa pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan perdagangan dalam perekonomian Aceh. Namun, kami telah melihat kebangkitan ekonomi pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta program infrastruktur dengan dukungan kebijakan yang tepat, tata kelola yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, dan institusi, mengingat kapasitas masyarakat untuk mengatasi risiko bencana sudah ada. Menurut penelitian ini, kebangkitan ekonomi Aceh setelah bencana hidrometeorologi membutuhkan kerja sama lintas sektor dan strategi pembangunan yang fokus pada ketahanan ekonomi dan pengurangan risiko bencana. Pemulihan ekonomi yang berkelanjutan memerlukan penguatan ekonomi lokal melalui diversifikasi usaha, digitalisasi UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan infrastruktur yang adaptif.