Abstract. Cigarette smoke exposure is a major risk factor for acute lung injury (ALI), characterized by increased oxidative stress and inflammatory responses in lung tissue. Arabica coffee (Coffea arabica) contains bioactive compounds, particularly chlorogenic acid, which possess antioxidant and anti-inflammatory properties. This study aimed to evaluate the effectiveness of Arabica coffee infusion in reducing the degree of lung tissue inflammation in mice exposed to cigarette smoke. This experimental study involved 30 mice divided into six groups: normal control, cigarette smoke control, dexamethasone control, and three groups receiving different doses of Arabica coffee infusion. Histopathological assessment was performed by evaluating inflammatory cell infiltration, alveolar edema, and alveolar damage. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results demonstrated a significant association between Arabica coffee administration and reductions in all inflammatory parameters (p<0.001). The treatment groups exhibited lower inflammation scores than the cigarette smoke group and showed effects comparable to dexamethasone. These findings suggest that Arabica coffee has potential as a natural protective agent against cigarette smoke-induced lung injury. Abstrak. Paparan asap rokok merupakan faktor risiko utama terjadinya cedera paru akut (acute lung injury/ALI) yang ditandai oleh peningkatan stres oksidatif dan respons inflamasi pada jaringan paru. Kopi arabika (Coffea arabica) mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama asam klorogenat, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian air kopi arabika dalam menurunkan derajat inflamasi jaringan paru mencit yang terpapar asap rokok. Penelitian eksperimental ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol asap rokok, kontrol positif deksametason, dan tiga kelompok perlakuan air kopi arabika dengan dosis berbeda. Derajat inflamasi dievaluasi secara histopatologis berdasarkan infiltrasi sel radang, edema alveolar, dan kerusakan alveolar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemberian air kopi arabika dan penurunan seluruh parameter inflamasi (p<0,001). Kelompok perlakuan menunjukkan skor inflamasi yang lebih rendah dibanding kelompok asap rokok dan sebanding dengan kelompok deksametason. Air kopi arabika berpotensi sebagai agen protektif alami terhadap kerusakan paru akibat paparan asap rokok.