Choirul Wulan Diesya
Administrasi Umum dan Sistem Informasi, Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Papua, Jayapura, Indonesia 99351

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Diagnostik Kerentanan Bencana Banjir Perkotaan di Jayapura Berdasarkan Model Permukaan Digital Dari Data Fotogrametri Berbasis UAV Bangkit Sudrajad; Tatang Sutarman; Choirul Wulan Diesya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.252-262

Abstract

Salah satu wilayah di Kota Jayapura yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir adalah Pasar Youtefa dan Kali Acai. Meskipun lokasinya dekat Teluk Youtefa, wilayah ini justru sering dilanda bencana banjir. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pemetaan fotogrametri drone (UAV) untuk menghasilkan Digital Surface Model (DSM) sebagai dasar analisis penyebab kerentanan banjir. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor penyebab banjir berulang berdasarkan parameter elevasi, kemiringan, dan azimuth kemiringan. Misi pemetaan menghasilkan 600 foto udara dan 17 titik kontrol permukaan (GCP). Proses pengolahan meliputi peta orthomosaic, DSM, slope, aspect, catchment area, dan watershed. Perbandingan elevasi DSM dengan GCP menunjukkan akurasi baik dengan nilai error (RMSE) 0,1737. Hasil pemetaan memperlihatkan sebagian wilayah Pasar Youtefa memiliki elevasi lebih rendah dibanding drainase Kali Acai, dengan rata-rata sekitar ≥ 3 meter. Peta slope dan aspect menunjukkan kemiringan dominan ke arah barat, berlawanan dengan arah aliran drainase menuju laut. Analisis watershed mengungkap aliran air hujan cenderung mengarah ke utara, bukan ke Teluk Youtefa sesuai desain saluran Kali Acai. Simulasi banjir berbasis DSM menunjukkan genangan mulai terjadi pada ketinggian air 2 meter dan meluas signifikan pada level 4–8 meter. Dengan demikian, banjir di wilayah ini dipicu oleh kombinasi faktor elevasi rendah, orientasi kemiringan yang tidak mendukung aliran ke laut, serta arah aliran hujan yang tidak sesuai dengan sistem drainase yang ada.