Eko Yuono
Program Pascasarjana Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Tanjungpura, Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengukuran Emisi CO2 dan CH4 pada Tiga Jenis Pohon Asli Hutan Rawa Gambut Sekunder Eko Yuono; Gusti Anshari; Nisa Novita
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.441-450

Abstract

Pohon di hutan rawa gambut berperan penting dalam siklus karbon sebagai penyerap sekaligus pelepas karbon. Namun, emisi gas rumah kaca dari batang pohon masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan mengukur emisi CO₂ dan CH₄ dari batang tiga jenis pohon dominan di hutan rawa gambut sekunder serta menganalisis pengaruh jenis pohon, kelas diameter, posisi sungkup, dan waktu pengamatan terhadap besarnya emisi. Penelitian dilakukan di hutan rawa gambut sekunder Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sebanyak 27 pohon yang mewakili Gymnostoma nobile, Pentace borneensis, dan Syzygium napiforme diamati pada tiga kelas diameter (10–15 cm, 15–20 cm, dan 20–25 cm). Emisi batang diukur menggunakan LI-COR 7810 dengan metode sungkup tertutup pada ketinggian 65 cm dan 130 cm selama empat minggu. Data dianalisis menggunakan General Linear Model, ANOVA, dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi CO₂ dan CH₄ dari batang pohon dipengaruhi oleh berbagai faktor. Gymnostoma nobile menghasilkan emisi CO₂ tertinggi, sedangkan S. napiforme menghasilkan emisi CH₄ tertinggi. Pohon berdiameter besar umumnya menghasilkan emisi CO₂ lebih tinggi dibandingkan pohon berdiameter kecil, sementara emisi CH₄ tertinggi ditemukan pada S. napiforme berdiameter besar. Posisi sungkup berpengaruh nyata terhadap emisi CO₂, tetapi tidak terhadap CH₄. Suhu tidak berpengaruh nyata terhadap kedua gas, sedangkan kelembapan relatif berpengaruh terhadap emisi CH₄ dan tekanan udara berpengaruh terhadap emisi CO₂ maupun CH₄. Temuan ini menunjukkan bahwa vegetasi hutan rawa gambut secara alami melepaskan CO₂ dan CH₄ sehingga berkontribusi terhadap dinamika karbon ekosistem.