Mila Dirgawati
Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perencanaan Jaringan Distribusi SPAM Gedebage Kota Bandung untuk Pemanfaatan Air Minum dari IPA Cikalong Mohamad Rangga Sururi; Mila Dirgawati; Muhammad Husni Kusaeri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.381-397

Abstract

PERUMDA Tirtawening merencanakan program peningkatan pelayanan air minum wilayah zona Gedebage dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Cikalong berkapasitas 700 liter/detik dan yang termanfaatkan baru 400 liter/detik. Tujuan perencanaan ini adalah memanfaatkan sisa debit dari SPAM Gedebage ke Kecamatan Kiaracondong dan Antapani (wilayah pelayanan 3), memprediksi sisa klorin untuk menjaga kualitas air pada jaringan pipa. Pada tahap pra perencanaan disimulasikan kemampuan untuk menahan tekanan air pipa eksisting dengan mengalihkan fungsi pipa transmisi IPA Cikalong-IPA Badaksinga berdiameter 850mm menjadi pipa jaringan distribusi utama (JDU) dari IPA Cikalong. Pada tahap perencanaan terdapat dua alternatif optimalisasi yaitu seluruh pipa eksisting diganti dengan jenis pipa HDPE PN 10, namun dengan alternatif: (1) menggunakan diameter pipa eksisting yang sama dengan sebelumnya, dan (2) dilakukan penggantian diameter pipa yang lebih besar di wilayah perencanaan. Alternatif perencanaan terbaik dipilih menggunakan metode WRT (Weight Ranking Technique), parameter yang ditinjau yaitu tekanan minimum, tekanan maksimum, kecepatan minimum, kecepatan maksimum, hilang tekan dan jumlah aksesoris. Selanjutnya dilakukan simulasi penurunan sisa klorin dilakukan pada alternatif terpilih. Hasil simulasi pra-perencanaan terdapat ketidaksesuaian dengan kriteria desain seperti tekanan terlalu tinggi (156,72 meter), kecepatan terlalu rendah (0,06 meter/detik), dan hilang tekan yang terlalu tinggi (39,09 meter/kilometer). Kondisi ini sangat rawan, berpotensi menyebabkan pecahnya pipa, negative pressure, serta menurunkan kualitas air karena adanya sedimen. Alternatif terpilih yaitu alternatif dua, dan hasil simulasi dengan EPANET 2.2 menunjukkan sisa khlor menurun seiring dengan peningkatan jarak dari reservoir. Pada alternatif terpilih diketahui sisa klorin akan menurun secara drastis pada menit ke 550,24.