Lili Suryani Tumanggor
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Terapi Bermain Puzzle untuk Meningkatkan Perkembangan Motoric Halus Anak Usia Dini di TK Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang Gryttha Tondang; Oktaviance Oktaviance; Bernadetta Ambarita; Lili Suryani Tumanggor; Sri Martini; Jev Boris; Nasipta Ginting; Arjuna Ginting; Amando Sinaga; Magda Siringo Ringo SST
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1460

Abstract

Anak adalah individu yang berada pada tahap tumbuh kembang yang memiiliki kebutuhan fisik, psikis, serta sosial yang tidak sama dengan orang dewasa, Dimana anak usia dini merupakan usia yang polos serta memeiliki potensi yang masih harus di kembagkan menjadi manusia sutuhnya . anak memiliki  berbagai macam potensi yang harus di kembangkan, meskipun pada umumnya anak memilki pola perkembangan yang sama teteapi ritme perkemabngan akan berbeda satu sama lain karena pada dasarnya anak bersifat individual. Salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang saat usia dini yaitu kemampuan motorik. Motorik halus merupakan Gerakan yang melibatkan otot- otok halus atau bagian tubuh tertentu, salah satu alat yang di gunakan untuk mendeteksi perkembangan motoric halus anak yaitu permain puzzle.alat permainan edukatif puzzle adalah alat peraminan yang dapat melatih anak mengenal bentuk dan mengenal ruang kosong Dimana potongan tersebut di butuhkan. Tujuan pengabdian masyrakat inu adalah untuk mengetahui Tingkat kemampuan motorik halus anak usia dini di TK. Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan mengguanakn format DDST II yang terdiri dari 4 sektor yaitu motorik halus, motorik kasar,Bahasa, personal sosial . kegiatan ini di fokuskan pada bagian motoric halus dengan memberikan anak bermain puzzle selama 20 menit terhadap 18 anak- anak. Hasil dalam kegiatan ini adalah permainan puzzle dapat meningkat motorik halus yang berhubungan dengan dengan keterampilan gerak kedua tangan,mampu mengkkordinasikan indra mata dan tangan, melatih kelenturan dan otot jari, serta mampu melatih anak berpikir anak, memebentuk , membangun, memperkuat otot dan meningkatkan perkembangan emosi anak dalam beraktivitas. Kesimpulan dalam kegaitan ini adalah permainana puzzle dapat meningkat motrik halus anak dan meningkat perkembangan emosi anak saat beraktivitas.