Urgensi penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran IPAS berbasis deep learning untuk meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar melalui pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas modul pembelajaran IPAS berbasis deep learning untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas V di SDN 2 Pedes. penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Pedes yang berjumlah 19 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar validasi ahli materi, ahli modul pembelajaran, dan guru untuk mengukur kelayakan produk, angket respon guru dan siswa untuk mengukur kepraktisan, serta lembar observasi kreativitas siswa dan hasil pretest dan posttest sebagai data pendukung untuk mengukur efektivitas modul pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif, uji normalitas, uji homogenitas, Paired Sample T-Test, Independent Sample T-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPAS berbasis deep learning memperoleh persentase kelayakan sebesar 92% dengan kategori sangat layak. Kepraktisan modul memperoleh persentase sebesar 90% dengan kategori sangat praktis berdasarkan respon guru dan siswa. Hasil efektivitas menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa dengan nilai rata-rata sebelum penggunaan modul sebesar 68 dan sesudah penggunaan modul sebesar 86. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga terdapat peningkatan kreativitas siswa yang signifikan setelah menggunakan modul pembelajaran. Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh skor sebesar 0,6855 dengan kategori sedang. Dengan demikian, modul pembelajaran IPAS berbasis deep learning layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.