Tri Wulandari Kesetyaningsih
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gema Cermat DAGUSIBU: Strategi Edukasi dalam Mendukung Penggunaan Obat Secara Rasional Sabtanti Harimurti; Rima Erviana; Zelmi Dwi Novita; Satriaji Amurwa Wijaya; Syafa Azalhea Asyhar; Vita Anindya; Kartika Rizki Kurniandari; Chelsea Queen Vanisa; Nadia Diwanti Suka Wati; Saffanah Azka; Tri Wulandari Kesetyaningsih; Yessi Jusman; Abdul Aziz Setiawan; Wahid Fathoni; Joko Supriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1490

Abstract

Program pengabdian melalui kegiatan Gema Cermat DAGUSIBU disusun sebagai respon terhadap masih terbatasnya pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan bertanggung jawab.  Tidak semua orang memiliki literasi obat yang memadai, terutama terkait cara memperoleh obat dari sumber terpercaya, memahami aturan pakai, serta menyimpan dan membuang obat secara tepat. Kesalahan dalam penggunaan obat dapat berdampak pada kesehatan individu, meningkatkan risiko interaksi obat, serta mempercepat terjadinya resistensi anti mikroba. Kegiatan edukasi ini diperlukan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai perbedaan obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras, serta tata cara swamedikasi yang aman. Pelaksanaan program dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pelatihan membaca label dan kemasan obat, simulasi perhitungan dosis, serta demonstrasi penyimpanan dan pembuangan obat yang aman. Pelaksanaan dilakukan untuk staf BRIN Cibinong pada tanggal 15 Desember 2025 di BRIN Cibinong Tangerang. Paparan tentang DAGUSIB dilakukan untuk mengedukasi, sedangkan untuk evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Keberhasilan dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test secara statistik. Hasil promosi kesehatan DAGUSIBU menunjukkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi nilai tes pemahaman meningkat secara signifikan. Selanjutnya, staf BRIN mampu menerapkan prinsip DAGUSIBU secara konsisten, meningkatkan kesadaran kesehatan diri dan keluarga, serta menjadi agen literasi obat yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.