Urgensi penelitian ini adalah perlunya pengembangan media PORANA (Pop Up Book Flora dan Fauna) berbantuan Augmented Reality untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar melalui pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan mampu memvisualisasikan konsep flora dan fauna secara nyata. Penggunaan media pendidikan yang tidak efektif dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa mengakibatkan hasil belajar yang kurang memuaskan pada materi Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia yang digunakan dalam pembelajaran IPAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran PORANA (Pop-up book flora dan fauna) berbantuan Augmented Reality yang mampu menyajikan materi secara konkret dan konstekstual. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model Borg dan Gall digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan hingga tahap uji produk. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa kelas V SD Negeri Ngaliyan03, Kota Semarang yang dibagi menjadi dua tahap uji coba: uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar validasi materi dan media, kuesioner respon guru dan siswa, serta instrumen evaluasi berupa pretest dan posttest. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui teknik observasi, wawancara, penyebaran angket, pelaksanaan tes, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif, uji validitas, uji normalitas, paired sample t-test, serta perhitungan skor N-Gain. Hasil analisis menunjukkan bahwa media PORANA memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor validasi dari ahli materi sebesar 93% dan ahli media sebesar 87%. Selain itu, uji efektivitas membuktikan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan, ditunjukkan oleh perolehan nilai N-Gain sebesar 0,71 yang termasuk dalam kriteria tinggi.