Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Simulasi Teknik Heimlich Maneuver untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa SMAN 3 Purwokerto Dalam Penanganan Tersedak Nora Belinda; Amin Susanto; Murniati Murniati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1550

Abstract

Tersedak, atau choking, terjadi ketika benda asing menyumbat saluran napas, yang menyebabkan kesulitan bernapas dan dapat berakibat fatal. Salah satu cara untuk mengatasi tersedak adalah dengan menggunakan teknik Heimlich Maneuver, yang bekerja dengan memberikan tekanan pada rongga perut untuk mendorong diafragma ke atas. Edukasi mengenai penanganan tersedak sangat penting bagi remaja, mengingat kejadian tersedak bisa terjadi secara tiba-tiba di lingkungan sekolah, rumah, atau tempat umum. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada 29 September 2025 di SMAN 3 Purwokerto, dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, pre-test, post-test, dan penilaian keterampilan menggunakan ceklist. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, mayoritas peserta (50%) memiliki pengetahuan di kategori cukup. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) menunjukkan peningkatan pengetahuan ke kategori baik, dengan peningkatan sebesar 50%. Dari segi keterampilan, sebelum demonstrasi, 93,3% peserta berada di kategori kurang terampil. Setelah demonstrasi, 80% peserta menunjukkan keterampilan yang baik, dengan peningkatan keterampilan sebesar 73,3%. Luaran dari kegiatan ini adalah video penanganan tersedak, SOP Heimlich Maneuver, leaflet edukasi, dan publikasi jurnal.
Hubungan antara Lama Operasi dengan Kejadian Shivering pada Pasien Spinal Anestesi Rahma Januarti; Dwi Novitasari; Amin Susanto; Anggadria Iqbal Yulian; Sinarilah Sinarilah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.458

Abstract

Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang banyak digunakan dalam prosedur pembedahan. Teknik ini memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat dilakukan pada semua bagian tubuh serta berpotensi menimbulkan komplikasi, salah satunya gangguan pengaturan suhu tubuh dan Shivering. Lama operasi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan terjadinya shivering. Operasi dengan waktu lebih lama, dapat memperpanjang paparan terhadap suhu ruang operasi yang relatif rendah serta memperpanjang efek vasodilatasi akibat anestesi spinal. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara lama operasi dengan kejadian Shivering pada pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal Di Ruang IBS RSUD Lagita Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu, observasional analitik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, dimana variabel bebas yang digunakan adalah lama operasi pada pasien dengan anestesi spinal, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah kejadian shivering. Data pasien pasca operasi dengan spinal anestesi di IBS RSUD Lagita Kabupaten Bengkulu Utara yang didapatkan sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan telaah rekam medis, mencakup karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, IMT), serta lama operasi dan Shivering. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variabel penelitian. Diketahui bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 26 orang (86,7%). Usia responden mayoritas berada pada kelompok dewasa awal (26–35 tahun) yaitu sebanyak 15 orang (50,0%). Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), mayoritas responden memiliki IMT kategori normal (18,5–<24,9) yaitu sebanyak 20 orang (66,7%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal pada penelitian ini memiliki status gizi normal. Hasil analisis univariat terhadap 30 pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal, diperoleh bahwa lama operasi paling banyak berada pada durasi 80 menit, yaitu sebanyak 8 pasien (26,7%). Mayoritas pasien mengalami Shivering derajat 2 (sedang) yaitu sebanyak 15 pasien (50,0%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami Shivering pada tingkat sedang setelah tindakan pembedahan dengan anestesi spinal.