Pelecehan seksual pada anak usia sekolah dasar masih merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis, emosional, dan sosial anak. Masih kurangnya pemahaman anak mengenai bentuk dan upaya pencegahan pelecehan seksual ini menunjukkan pentingnya edukasi sejak dini melalui intervensi sosial. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak sekolah dasar mengenai pentingnya pencegahan pelecehan seksual. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini bagian dari metode partisipatif yang melibatkan siswa secara langsung saat sosialisasi, diskusi, tanya jawab, dan simulasi sederhana terkait upaya pencegahan pelecehan seksual. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada anak sekolah dasar apa itu pelecehan seksual, jenis-jenis pelecehan seksual, mengenal bagian privasi tubuh, cara melindungi diri dari pelecehan seksual, dampak pelecehan seksual serta pentingnya melapor kepada orang dewasa atau lembaga perlindungan anak yaitu DP3APM. Hasil kegiatan sosialisasi ini menunjukkan bahwa metode partisipatif mampu meningkatkan pemahaman , kesadaran, dan keberanian anak sekolah dasar dalam mengenali serta mencegah tindakan pencegahan kekerasan pelecehan seksual. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakannya kegiatan sosialisasi sebagian siswa sekolah dasar masih memiliki pemahaman yang kurang mengenai upaya pencegahan kekerasan seksual. Namun setelah kegiatan sosialisasi ini dilakukan pemahaman anak sekolah dasar mengalami peningkatan. Siswa sekolah dasar mulai memahami hal-hal yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap mereka.