Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dokumenter Ritual Adat Tetulak Desa, upaya Melestarikan dan Menjaga Adat dan Budaya di Desa Pringgabaya Fatanul Ikhsan; Ema Adha Riani; Diah Rani Ramadan; Ahmad Efendi; Zahratul Fikni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1571

Abstract

Digitalisasi budaya menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi. Ritual Adat Tetulak Desa di Desa Pringgabaya merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Sasak yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya, namun masih menghadapi keterbatasan dalam aspek dokumentasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendokumentasikan Ritual Adat Tetulak Desa dalam bentuk film dokumenter sebagai media pelestarian budaya, edukasi, serta promosi budaya berbasis digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat melalui tahapan persiapan, pengumpulan data, produksi, dan pascaproduksi film dokumenter. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi audiovisual, dan studi literatur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa film dokumenter berhasil mendokumentasikan secara komprehensif seluruh rangkaian ritual beserta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Produk digital yang dihasilkan menjadi arsip budaya desa, media edukasi bagi generasi muda, serta sarana promosi budaya melalui berbagai platform digital. Program ini juga meningkatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam upaya pelestarian budaya berbasis teknologi. Dengan demikian, digitalisasi melalui film dokumenter terbukti menjadi media yang efektif dalam menjaga keberlangsungan Ritual Adat Tetulak Desa sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan era digital.