Stunting dan Speech delay merupakan permasalahan kesehatan anak yang masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang balita. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi, stimulasi perkembangan, serta deteksi dini gangguan tumbuh kembang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting dan keterlambatan bicara pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan keluarga yang melibatkan pendekatan budaya agar lebih mudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua melalui Program GAS PEDAS berbasis Culture Care dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita di Kelurahan Abianbase. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 15 orang tua balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan stimulasi perkembangan bahasa, demonstrasi pemberian makanan bergizi, pendampingan keluarga, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pendekatan Culture Care diterapkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses edukasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pencegahan stunting dan speech delay. Persentase peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 33,3% sebelum intervensi menjadi 80% setelah intervensi. Selain itu, orang tua mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan stimulasi perkembangan bahasa dan komunikasi sesuai usia balita. Pendekatan Culture Care mampu meningkatkan partisipasi dan penerimaan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan.