Nyeri merupakan masalah utama yang sering dialami pasien pasca operasi fraktur femur. Nyeri yang tidak terkontrol dapat menghambat mobilisasi dini, memperpanjang masa rawat inap, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Teknik ini dipercaya mampu menurunkan persepsi nyeri melalui peningkatan relaksasi, perbaikan oksigenasi jaringan, dan stimulasi pelepasan endorfin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi fraktur femur di RS Setia Budi Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi adalah 6,8 dan menurun menjadi 3,9 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05). Adapun kesimpulan peneilitian ini terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi fraktur femur di RS Setia Budi Medan