Muhammad Harpis
AMIK Universal Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN ARUS KAS DAN TINGKAT INCOME DALAM MENDORONG EKSPANSI INVESTASI UMKM DI KOTA MEDAN Muhammad Harpis; Safety Claudia Stephani Mahulae; Hafiza Harzara; Kezia Sihombing
General Ledger : Jurnal Studi Ilmu Akuntansi dan Keuangan Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/gledger.v4i2.137

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the influence of cash flow capability and income levels on investment expansion decisions among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Medan City. MSMEs play a vital role in the regional economy, but limited internal funding often hinders business development. This study used a quantitative approach with a survey of MSMEs from various business sectors in Medan City. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression to examine the influence of cash flow and income variables on investment expansion.The results indicate that stable cash flow capability and increasing income levels significantly positively influence MSMEs' investment expansion decisions.Healthy cash flow provides financial flexibility for businesses to increase assets, expand production capacity, and improve operational quality. Meanwhile, higher income reflects good business performance, thus increasing MSME confidence in making investment decisions. This study concludes that effective cash flow management and increased income are key factors in driving MSME investment growth. These findings are expected to inform MSMEs and policymakers' considerations when designing strategies to strengthen the financial capacity of small and medium enterprises.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan arus kas dan tingkat income terhadap keputusan ekspansi investasi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun keterbatasan pendanaan internal sering menjadi kendala dalam melakukan pengembangan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Medan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel arus kas dan income terhadap ekspansi investasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan arus kas yang stabil dan tingkat income yang meningkat secara signifikan berpengaruh positif terhadap keputusan UMKM dalam melakukan ekspansi investasi. Arus kas yang sehat memberikan fleksibilitas keuangan bagi pelaku usaha untuk menambah aset, memperluas kapasitas produksi, dan meningkatkan kualitas operasional. Sementara itu, income yang lebih tinggi mencerminkan kinerja usaha yang baik sehingga meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengambil keputusan investasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan arus kas yang efektif dan peningkatan income merupakan faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan investasi UMKM. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku UMKM dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi penguatan kapasitas keuangan usaha kecil dan menengah.
PENGEMBANGAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) EKONOMI KREATIF MELALUI HILIRISASI ENERGI TERBARUKAN DI TINGKAT UMKM MEDAN JOHOR Muhammad Harpis; Mega Hasibuan; Herlin Simanullang
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v4i2.133

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the development of the creative economy value chain through downstream renewable energy at the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) level in Medan Johor District. The background of this research is based on the still low integration of renewable energy utilization in MSME production activities, despite the creative economy sector having significant potential to increase product added value through sustainability-based innovation. The research problem formulation in this study is how to develop a creative economy value chain integrated with downstream renewable energy and its impact on increasing MSME competitiveness. The research method uses a qualitative descriptive approach supported by quantitative data. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews with MSME creative economy actors, and documentation studies. Data analysis was conducted by mapping the value chain from raw material procurement, production processes, renewable energy utilization, to product distribution and marketing. The research results show that integrating renewable energy, such as the use of small-scale solar panels and biomass, can reduce operational costs, increase production efficiency, and strengthen the image of environmentally friendly products. Downstreaming renewable energy also encourages the creation of innovative, sustainability-based creative products with higher sales value. However, the main obstacles still lie in limited capital, technological literacy, and access to technical assistance. This research confirms that strengthening the creative economy value chain based on renewable energy has the potential to become a strategy for sustainable MSME development at the local level, particularly in Medan Johor, through collaboration between the government, business actors, and supporting institutions. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan rantai nilai (value chain) ekonomi kreatif melalui hilirisasi energi terbarukan pada tingkat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Medan Johor. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya integrasi pemanfaatan energi terbarukan dalam aktivitas produksi UMKM, padahal sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi berbasis keberlanjutan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana model pengembangan rantai nilai ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan hilirisasi energi terbarukan serta dampaknya terhadap peningkatan daya saing UMKM. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam kepada pelaku UMKM ekonomi kreatif, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memetakan rantai nilai mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga distribusi dan pemasaran produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi energi terbarukan, seperti pemanfaatan panel surya skala kecil dan biomassa, mampu menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat citra produk ramah lingkungan. Hilirisasi energi terbarukan juga mendorong terciptanya inovasi produk kreatif berbasis keberlanjutan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Namun, kendala utama masih terletak pada keterbatasan modal, literasi teknologi, dan akses terhadap pendampingan teknis. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan rantai nilai ekonomi kreatif berbasis energi terbarukan berpotensi menjadi strategi pembangunan UMKM berkelanjutan di tingkat lokal, khususnya di Medan Johor, melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung.
ANALISIS PENGARUH BRANDING, PROMOSI DIGITAL DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA USAHA KULINER WAROENG DND Muhammad Harpis
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v5i1.134

Abstract

AbstractThe increasingly fierce competition in the culinary business requires businesses to not only rely on product quality but also build a strong brand image, utilize digital media as a promotional tool, and set prices that align with consumer perceptions. The results of this study indicate that branding, digital promotion, and price perception simultaneously have a significant influence on customer loyalty. Partially, branding exerts the most dominant influence, followed by digital promotion and price perception. This suggests that a strong business image, active marketing communications through digital media, and prices perceived by consumers are able to increase customers' likelihood of repeat purchases and recommending Waroeng DND to others. This research is expected to provide consideration for culinary businesses, particularly Waroeng DND, in designing marketing strategies that focus on brand strengthening, optimizing digital promotions, and setting prices that align with customer perceived value. AbstrakPersaingan bisnis kuliner yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga membangun citra merek yang kuat, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, serta menetapkan harga yang sesuai dengan persepsi konsumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding, promosi digital, dan persepsi harga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Secara parsial, branding memberikan pengaruh paling dominan, diikuti oleh promosi digital dan persepsi harga. Hal ini menunjukkan bahwa citra usaha yang kuat, komunikasi pemasaran yang aktif melalui media digital, serta harga yang dianggap wajar oleh konsumen mampu meningkatkan kecenderungan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan Waroeng DND kepada orang lain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha kuliner, khususnya Waroeng DND, dalam merancang strategi pemasaran yang berfokus pada penguatan merek, optimalisasi promosi digital, dan penetapan harga yang sesuai dengan nilai yang dirasakan pelanggan.