Komunikasi organisasi merupakan komponen krusial dalam menyelaraskan koordinasi internal, aliran informasi, dan kolaborasi antaranggota, khususnya pada organisasi nonformal berbasis relawan yang menghadapi tantangan komunikasi yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi komunikasi organisasi yang diterapkan oleh Komunitas Jendela Jakarta, faktor pendukung dan penghambatnya, serta dampaknya terhadap efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif-interpretatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan koordinator dan relawan, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Jendela Jakarta menerapkan tiga strategi komunikasi utama, yaitu komunikasi digital melalui platform WhatsApp dan Zoom, pelaksanaan briefing dan evaluasi secara rutin, serta komunikasi partisipatif yang melibatkan relawan dalam diskusi dan pengambilan keputusan. Efektivitas strategi ini didukung oleh adanya kesamaan visi relawan, hubungan interpersonal yang baik, dan kemudahan media digital. Namun, prosesnya masih menghadapi hambatan berupa perbedaan kesibukan anggota, potensi miskomunikasi dalam komunikasi teks digital, dan partisipasi relawan yang belum merata. Secara keseluruhan, strategi komunikasi yang diterapkan memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kelancaran koordinasi program, menciptakan kesamaan pemahaman terhadap visi komunitas, serta memperkuat keterlibatan dan komitmen emosional para relawan demi keberlanjutan program pendidikan nonformal.