Sri Wiworo Retno Indah Handayani
Program Studi Psikologi, Universitas Wisnuwardhana Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU PERUNDUNGAN DI SDN 1 MAGUAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Eko Yuniarto; Nurfa Anisa; Kustyarini; Puguh Setyopratomo; Sri Wiworo Retno Indah Handayani
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.60

Abstract

Perilaku perundungan (bullying) masih menjadi masalah serius di lingkungan pendidikan dasar, misalnya secara fisik, verbal, pengucilan sosial, dan interaksi negatif berbasis digital. Data nasional menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, termasuk di SDN 1 Maguan, di mana kasus bullying sering tidak terdeteksi karena keterbatasan pemahaman siswa mengenai batasan perilaku tersebut. Kondisi ini berdampak pada kesehatan mental anak, seperti kecemasan, depresi, serta penurunan prestasi akademik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguji efektivitas psikoedukasi anti-bullying guna meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa. Program dilaksanakan di SDN 1 Maguan dengan melibatkan siswa, guru, dan orang tua melalui metode ceramah, tanya jawab, dan role-play. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap siswa setelah mengikuti program, sebagaimana terlihat dari perbandingan pre-test dan post-test. Siswa juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih peduli terhadap teman sebaya yang mengalami perundungan, serta peningkatan empati dalam interaksi sosial. Observasi guru dan orang tua mendukung temuan ini dengan adanya perubahan perilaku siswa yang lebih inklusif. Kesimpulannya, psikoedukasi anti-bullying terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap bullying. Program ini berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental anak, sehingga penting untuk diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar.