Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mendorong berbagai organisasi untuk memanfaatkan sistem rekrutmen berbasis AI sebagai upaya meningkatkan efektivitas, kecepatan, dan objektivitas dalam proses seleksi tenaga kerja. Meskipun demikian, penerapan teknologi ini menimbulkan sejumlah perhatian terkait tingkat transparansi algoritma yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh transparansi algoritma terhadap tingkat kepercayaan karyawan terhadap sistem rekrutmen berbasis AI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang memiliki pengalaman maupun pengetahuan mengenai proses rekrutmen yang memanfaatkan teknologi AI. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara transparansi algoritma dan kepercayaan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi algoritma berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan karyawan. Semakin terbuka informasi mengenai mekanisme kerja sistem, indikator penilaian, serta proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh AI, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan karyawan terhadap sistem tersebut. Transparansi berperan dalam mengurangi ketidakpastian, meningkatkan persepsi keadilan, dan memperkuat penerimaan teknologi di lingkungan kerja. Oleh sebab itu, organisasi yang mengimplementasikan sistem rekrutmen berbasis AI perlu menjadikan transparansi sebagai aspek utama untuk membangun kepercayaan serta meningkatkan penerimaan karyawan terhadap penggunaan teknologi AI.