Mohammad Ridwanulloh
Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Antibakteri Fungi Endofit Kulit Batang Langsat (Lansium domesticum corr) Terhadap Bakteri Escherichia coli Merliya Dwiyanti; Hamtini Hamtini; Venny Particia; Mohammad Ridwanulloh; Ira Nuraeni; Syalma Wijatama Putri; Juli Rahmawati
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan masalah Kesehatan yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen termasuk Escherichia coli. Pengobatan bakteri E.coli dengan antibiotik dalam jangka panjang dapat terjadi resistensi. Oleh karena itu, diperlukan sumber antibakteri alami sebagai alternatif pengobatan. Salah satunya adalah pemanfaatan fungi endofit. Fungi endofit merupakan organisme multiseluler yang dapat menghasilkan senyawa metabolit dengan efek serupa pada tanaman inangnya. Tanaman obat yang bisa dijadikan antibiotik diantaranya adalah kulit batang langsat (Lansium domesticum) yang memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa ini yang memiliki metabolit sekunder yang berfungsi sebagai senyawa antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya fungi endofit pada kulit batang langsat serta mengetahui potensinya sebagai antibakteri terhadap bakteri E.coli. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah isolasi dan pemurnian fungi endofit, penyiapan bakteri uji E.coli, dan uji antibakteri dengan metode difusi cakram (Kirby- bauer). Hasil menunjukan bahwa terdapat 3 isolat fungi endofit dari kulit batang langsat dengan kode KB 1, KB 2, dan KB 3 yang menghasilkan spesies fungi Mucor sp. Memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri E.coli termasuk kedalam kategori kuat dengan rerata zona hambat masing- masing 15 mm, 12 mm, dan 13 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah isolat fungi endofit hasil isolasi dapat berpotensi sebagai antibakteri.