Perkawinan adat Lampung Pepadun di Desa Margakaya menghadapi tantangan serius di era modern, terutama akibat arus globalisasi, perubahan demografi, dan pergeseran nilai generasi muda yang cenderung memilih pernikahan sederhana, praktis, dan lintas budaya. Kondisi ini memunculkan konflik antar generasi, penyederhanaan prosesi adat, tingginya biaya pelaksanaan, serta menurunnya pemahaman terhadap makna simbolik dan nilai filosofis yang terkandung dalam setiap tahapan upacara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perkawinan adat Lampung Pepadun, mengungkap nilai-nilai kewarganegaraan yang terkandung di dalamnya, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pelestariannya di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tokoh adat (punyimbang) dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan adat Pepadun masih dilaksanakan berdasarkan asas ngejuk-ngakuk dan tradisi sebambangan sebagai penanda identitas budaya masyarakat. Tradisi ini mengandung nilai musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap hukum adat, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan kolektif yang relevan dengan prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan solidaritas sosial. Namun, keberlanjutan tradisi menghadapi hambatan berupa pengaruh globalisasi, konflik nilai antar generasi, serta rendahnya internalisasi nilai adat pada generasi muda. Oleh karena itu, pelestarian perkawinan adat Pepadun memerlukan strategi konkret melalui penguatan peran tokoh adat, dukungan kebijakan pemerintah daerah, integrasi nilai adat dalam pendidikan kewarganegaraan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dokumentasi dan edukasi budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa perkawinan adat Pepadun tidak hanya merupakan prosesi seremonial, tetapi juga wahana pelestarian identitas budaya dan pembelajaran nilai kewarganegaraan yang kontekstual bagi masyarakat modern.