Chattri Sigit Widyastuti
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tabu Tindakan dalam Masyarakat Daerah Sila, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat: Kajian Linguistik Historis Komparatif Octa Maria Tyas Miranti; Chattri Sigit Widyastuti
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.107818

Abstract

Penelitian ini mengkaji tabu perbuatan dalam masyarakat Sila, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang hingga kini masih diyakini membawa konsekuensi negatif bagi pelakunya. Permasalahan penelitian mencakup bentuk-bentuk tabu perbuatan yang hidup dalam praktik sosial masyarakat serta perannya dalam menjaga keharmonisan budaya lokal dan relasi kosmologis antara manusia, alam, dan aspek spiritual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis tabu perbuatan dan menjelaskan pemaknaannya berdasarkan konteks sosial, budaya, dan kosmologi masyarakat Sila. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua informan asli masyarakat Sila. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengaitkan penjelasan informan dengan perspektif linguistik historis komparatif yang memandang tabu sebagai bagian dari sistem bahasa dan budaya yang berkembang serta diwariskan secara turun-temurun. Hasil penelitian menunjukkan adanya sebelas tabu perbuatan, meliputi larangan bagi perempuan hamil untuk beraktivitas pada waktu tertentu, larangan membeli atau menggunakan benda tajam pada malam hari, larangan meminta bahan kebutuhan tertentu, larangan menenun atau menjemur pakaian pada waktu yang dianggap tidak tepat, serta larangan yang berkaitan dengan hierarki keluarga dan ritual adat. Setiap tabu dipahami sebagai pedoman perilaku yang berfungsi menjaga keselamatan individu, keseimbangan relasi manusia dengan alam dan dimensi spiritual, serta keberlangsungan nilai-nilai leluhur. Penelitian ini menegaskan bahwa tabu perbuatan di masyarakat Sila tidak hanya memiliki fungsi spiritual, tetapi juga berperan sebagai mekanisme sosial dan kosmologis dalam menjaga keteraturan dan keharmonisan hidup masyarakat. Di tengah perkembangan masyarakat modern yang cenderung mengalami pergeseran persepsi terhadap alam dan spiritualitas, penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendokumentasian dan pemahaman tabu perbuatan sebagai bagian dari warisan budaya yang hidup dan relevan dalam konteks kekinian.