Pembelajaran IPS pada materi Jalur Rempah Nusantara memerlukan bahan ajar yang dapat membantu peserta didik memahami konsep sejarah secara sistematis. Analisis awal penelitian di SMP Negeri 6 Malang menunjukan bahwa pembelajaran masih didominasi dengan metode konvensional, keterbatasan sumber belajar cetak buku pakat maupun LKS, serta minimnya pemanfaatan teknologi oleh pendidik sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis Virtual Tour Museum pada materi Jalur Rempah Nusantara untuk peserta didik kelas VII SMP; dan 2) untuk mengkaji kelayakan dan kepraktisan bahan ajar yang dikembangakan. Metode yang digunakan yaitu R&D menggunakan model ADDIE, yang dikembangkan melalui 5 tahap yaitu; 1) Analisyze; 2) Design; 3) Development; 4) Implementation, dan; 5) Evaluate. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar interaktif berbasis Virtual Tour Museum memperoleh rata-rata skor validasi sebesar 89,5%, dengan masing-masing perolehan total nilai yaitu pada ahli materi sebesar 89% dan ahli media sebesar 90%, menunjukan bahan ajar termasuk dalam kategori sangar layak. Selanjutnya hasil uji kepraktisan oleh guru dan peserta didik menunjukan rata-rata 90%, yang berarti bahan ajar berapa pada kategori sangat praktis dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPS pada materi Jalur Rempah Nusantara di SMP. Bahan ajar ini dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai elemen multimedia sehingga tidak hanya efektif secara pedagogis, namun juga mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan mendorong peserta didik mengksplorasi bahan ajar secara mandiri.