Hari Putrawan
Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reorientasi Belanja Kesehatan sebagai Instrumen Strategis untuk Peningkatan Capaian Kinerja Prioritas Daerah di Kabupaten Banyuasin Hari Putrawan
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i2.1476

Abstract

Latar Belakang: Realisasi belanja kesehatan Kabupaten Banyuasin mencapai 88,72% dari pagu anggaran pada tahun 2022, meningkat menjadi 96,4% pada tahun 2023 dan 95,03% pada tahun 2024, mencerminkan kapasitas penyerapan yang tinggi dan terus membaik. Meskipun demikian, sejumlah indikator prioritas masih di bawah target: jumlah kematian ibu sebanyak 21 orang terhadap target 12 orang, jumlah kematian bayi sebanyak 60 orang terhadap target 25 orang, dan prevalensi stunting sebesar 16,8% terhadap target 14%. Kesenjangan ini menunjukkan belanja kesehatan belum berfungsi sebagai instrumen strategis pencapaian kinerja prioritas. Policy paper ini bertujuan mengorientasikan kembali belanja kesehatan Banyuasin menuju alokasi berbasis kinerja yang selaras dengan indikator prioritas strategis. Metode: Policy paper ini menggunakan kombinasi analisis kuantitatif deskriptif, analisis isi, dan studi komparasi berdasarkan dokumen resmi pertanggungjawaban dan kinerja daerah tahun 2022–2025. Prioritas masalah ditentukan dengan metode Urgency-Seriousness-Growth, sedangkan alternatif kebijakan dirumuskan melalui sintesis bukti. Hasil: Analisis tren menunjukkan realisasi belanja meningkat dari 88,72% pada tahun 2022 menjadi 95,03% pada tahun 2024. Analisis kesenjangan mengonfirmasi keterlambatan capaian pada angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting. Analisis efisiensi menunjukkan alokasi anggaran terbesar belum tentu memiliki daya ungkit terbesar terhadap outcome. Tiga alternatif dirumuskan: penajaman belanja pada layanan primer berdampak tinggi, penguatan penganggaran berbasis kinerja, dan integrasi evaluasi ke dalam siklus perencanaan anggaran. Kesimpulan: Reorientasi belanja kesehatan Kabupaten Banyuasin memerlukan pergeseran dari orientasi input menuju orientasi outcome, didukung oleh integrasi evaluasi kinerja dan koordinasi lintas sektor, guna menutup kesenjangan antara target perencanaan dan capaian kinerja aktual.