Latar Belakang: Celah bibir dan lelangit bilateral seringkali disertai komplikasi berupa protrusi rahang atas bawaan yang signifikan, yang disebabkan oleh perkembangan yang tidak terkendali pada sutura vomeromaksilaris dan septum hidung anterior. Deformitas kerangka yang berat ini menjadi tantangan rekonstruksi yang cukup besar dalam membangun kontinuitas otot, mencapai fusi bibir yang stabil, dan mengoptimalkan estetika nasolabial. Meskipun intervensi ortopedi praoperasi seperti pembentukan nasoalveolar sering digunakan, teknik bedah seperti osteotomi premaksilaris atau setback primer tetap menjadi alternatif klinis yang penting. Namun, waktu yang optimal untuk intervensi ini dan efek jangka panjangnya terhadap pertumbuhan maksilofasial masih menjadi topik perdebatan yang berkelanjutan. Kasus: Bayi perempuan berusia 9 bulan datang dengan deformitas nasolabial kompleks, protrusi premaksila yang persisten, dan bibir sumbing bilateral. Pasien memiliki riwayat bedah labiaplasti bilateral sebelumnya. Karena inkompetensi bibir yang berat dan premaksila yang menonjol, intervensi bedah lanjutan diindikasikan. Di bawah anestesi umum, pasien berhasil menjalani prosedur setback premaksila satu tahap dengan design segitiga untuk menyesuaikan kondisi bengkok, yang dikombinasikan dengan prosedur flap lanjutan untuk mengembalikan segmen yang menonjol ke posisi semula. Diskusi: Pendekatan bedah ini sejalan dengan paradigma bedah kontemporer yang mengintegrasikan setback premaksila dan osteotomi vomer posterior ke dalam satu prosedur tahap tunggal. Mempertahankan suplai vaskular selama mobilisasi segmen sangat penting untuk memastikan keamanan dan keefektifan teknik ini. Keputusan untuk melakukan intervensi bedah dini memerlukan keseimbangan klinis yang cermat, dengan mempertimbangkan manfaat estetika dan fungsional jangka pendek terhadap potensi implikasi skeletal jangka panjang. Oleh karena itu, pengelolaan multidisiplin yang komprehensif, dengan penekanan pada pemantauan sefalometri longitudinal dan perawatan ortodontik dini, sangatlah penting untuk hasil optimal bagi pasien. Kesimpulan: Setback premaksila dengan dengan design segitiga merupakan modalitas bedah yang terbukti aman dan sangat efektif untuk mengoreksi protrusi maksila kongenital berat pada kelainan bibir sumbing bilateral, terutama ketika terapi ortopedi pra-bedah tidak dapat dilakukan secara klinis.