Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program “Bukan Perfect, But Enough”: psikoedukasi berbasis self-compassion pada siswa SMP Muhammadiyah Piyungan Suci Dea Kharisma; Alifah Salwa Nisriina; Erlina Devi Ayu Cahyani; Dece Ridlo Kurnia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39723

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai tantangan psikososial akibat perubahan dan tuntutan perkembangan yang dihadapi oleh individu. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya berbagai masalah psikologis seperti munculnya kesepian, penurunan motivasi belajar, kecenderungan menghindari tanggung jawab akademik, kebutuhan validasi sosial secara berlebihan, serta kesulitan dalam memahami dan menerima diri secara positif pada remaja. Oleh karena itu diperlukan upaya promotif dan preventif untuk membantu remaja mengembangkan kapasitas psikologis yang lebih adaptif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap baik, memahami, dan menerima diri ketika menghadapi kesulitan. Program “Bukan Perfect, But Enough” merupakan kegiatan psikoedukasi berbasis self-compassion yang dilaksanakan pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Piyungan. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa meningkatkan kesadaran emosional, penerimaan diri, serta kemampuan menghadapi tekanan akademik dan sosial. Program dilaksanakan dalam satu sesi selama tiga jam yang meliputi penyampaian materi, refleksi diri, praktik mengenali emosi, penulisan surat untuk diri sendiri, afirmasi melalui “Pohon Harapan”, serta relaksasi dan mindfulness. Evaluasi program dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa skala self-compassion yang dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed-rank test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan skor self-compassion peserta setelah mengikuti kegiatan psikoedukasi, meskipun perubahan tersebut belum menunjukkan signifikansi secara statistik (p = 0,159). Temuan ini menunjukkan bahwa program memiliki potensi sebagai bentuk penguatan psikologis awal bagi remaja di lingkungan sekolah. Program psikoedukasi berbasis self-compassion berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui beberapa sesi dan diintegrasikan dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah. Kata kunci: kesehatan mental; psikoedukasi; remaja; sekolah; self-compassion. AbstractAdolescence is a developmental phase that is vulnerable to various psychosocial challenges due to the changes and developmental demands faced by individuals. These conditions lead to various psychological issues, such as feelings of loneliness, decreased motivation to learn, a tendency to avoid academic responsibilities, an excessive need for social validation, and difficulty in understanding and accepting oneself positively. Therefore, promotive and preventive efforts are needed to help adolescents develop more adaptive psychological capacities. One approach that can be used is self-compassion, which is an individual’s ability to be kind, understanding, and accepting of oneself when facing difficulties. The “Bukan Perfect, But Enough” program is a self-compassion-based psychoeducational activity conducted for ninth-grade students at Muhammadiyah Piyungan Junior High School. This activity aims to help students improve their emotional awareness, self-acceptance, and ability to cope with academic and social pressures. The program was conducted in a single three-hour session that included material presentation, self-reflection, practicing emotion recognition, writing a letter to oneself, affirmations through the “Tree of Hope,” as well as relaxation and mindfulness. Program evaluation was conducted using pre- and post-tests in the form of a self-compassion scale analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The evaluation results indicated a trend toward increased self-compassion scores among participants following the psychoeducational activity, although this change did not reach statistical significance (p = 0.159). These findings suggest that the program has potential as an initial form of psychological support for adolescents in a school setting. The self-compassion-based psychoeducation program has the potential to be developed sustainably through multiple sessions and integrated into school guidance and counseling services. Keywords: adolescents; mental health; psychoeducation; school; self-compassion.