Danang Novika Ruswantara
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Krisis Komunikasi dalam Peristiwa Kecelakaan KA Turangga dan Lokal Bandung Raya di PT KAI (Persero) Danang Novika Ruswantara; Chairia; Fadliani Sahaka; Mohammad Abdullah Risqillah Subroto; Fadli Awwal Hasanuddin; Rahmad Hidayat
Jurnal Riset Public Relations Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v6i1.10434

Abstract

Abstrak. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengalami kecelakaan sangat parah pada 5 Januari 2024 yang terjadi di daerah Cicalengka dan melibatkan dua kereta api, Turangga dan Lokal Bandung Raya dengan jumlah korban 4 orang tewas dan 37 orang luka-luka. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam melakukan manajemen krisis dalam kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara dan data sekunder dikumpulkan melalui dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan pada proses pre-crisis atau sebelum krisis, Public Relation KAI melakukan pemetaan potensi risiko krisis, perencanaan tanggapan krisis, dan mempersiapkan juru bicara.  Selanjutnya pada tahapan krisis (crisis) dilakukan langkah-langkah respon yang cepat dengan beberapa hal diantaranya strategi krisis dan implementasi krisis. Dalam tahap terakhir yaitu setelah krisis (post-crisis) dilakukan monitoring, analisis, dan evaluasi isu serta penerapan strategi setelah krisis. Abstract. On January 5, 2024, PT Kereta Api Indonesia (Persero) experienced a severe accident in the Cicalengka area involving two trains, Turangga and Lokal Bandung Raya, resulting in 4 fatalities and 37 injuries. This research aims to examine how PT Kereta Api Indonesia (Persero) managed the crisis during this incident. The study employs a descriptive qualitative approach with a case study methodology. Data was collected through primary sources via interviews and secondary sources through supporting documents. The findings indicate that in the pre-crisis phase, the Public Relations division of KAI mapped potential crisis risks, planned crisis responses, and prepared spokespersons. During the crisis phase, rapid response measures were implemented, including crisis strategies and crisis implementation. In the final phase, post-crisis, activities included monitoring, analysis, and evaluation of issues, as well as the application of post-crisis strategies
MEMBANGUN PERSONAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL TIKTOK : (Studi Etnografi Virtual pada Akun Tiktok @trimarissadillak) Frincel Caturyandany Taunu; Muhammad Aslam; Abner P.R. Sanga; Danang Novika Ruswantara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.807

Abstract

Penelitian ini bermula dari personal branding yang sangat penting bagi seseorang konten kreator di media sosial terkhususnya pada media sosial TikTok @trimarissadillak. Teori yang digunakan adalah teori authentic personal branding oleh Hubert K. Rampersad. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual dan objek penelitian adalah personal branding Marissa Dillak pada akun TikToknya @trimarissadillak. Teknik pengumpulan data adalah observasi virtual, wawncara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada akun TikTok @trimarissadillak menggunakan pola komunikasi virtual di media sosial TikTok yaitu: pola komunikasi asinkron, berpartisipasi dalam tren, interaksi melalui komentar, komunikasi satu ke banyak, dan penggunaan hashtag. Personal branding Marissa Dillak dengan karakter aslinya, serta proses membangun personal branding dengan beberapa tahapan yaitu: menetapkan dan merumuskan ambisi pribadi, menetapkan dan merumuskan merek pribadi, rumuskan personal balanced scorecard (PBSC), dan menerapkan dan mengembangkan ambisi pribadi, merek pribadi, dan personal balanced scorecard.