Abstrak. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengalami kecelakaan sangat parah pada 5 Januari 2024 yang terjadi di daerah Cicalengka dan melibatkan dua kereta api, Turangga dan Lokal Bandung Raya dengan jumlah korban 4 orang tewas dan 37 orang luka-luka. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam melakukan manajemen krisis dalam kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara dan data sekunder dikumpulkan melalui dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan pada proses pre-crisis atau sebelum krisis, Public Relation KAI melakukan pemetaan potensi risiko krisis, perencanaan tanggapan krisis, dan mempersiapkan juru bicara. Selanjutnya pada tahapan krisis (crisis) dilakukan langkah-langkah respon yang cepat dengan beberapa hal diantaranya strategi krisis dan implementasi krisis. Dalam tahap terakhir yaitu setelah krisis (post-crisis) dilakukan monitoring, analisis, dan evaluasi isu serta penerapan strategi setelah krisis. Abstract. On January 5, 2024, PT Kereta Api Indonesia (Persero) experienced a severe accident in the Cicalengka area involving two trains, Turangga and Lokal Bandung Raya, resulting in 4 fatalities and 37 injuries. This research aims to examine how PT Kereta Api Indonesia (Persero) managed the crisis during this incident. The study employs a descriptive qualitative approach with a case study methodology. Data was collected through primary sources via interviews and secondary sources through supporting documents. The findings indicate that in the pre-crisis phase, the Public Relations division of KAI mapped potential crisis risks, planned crisis responses, and prepared spokespersons. During the crisis phase, rapid response measures were implemented, including crisis strategies and crisis implementation. In the final phase, post-crisis, activities included monitoring, analysis, and evaluation of issues, as well as the application of post-crisis strategies