Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberkulosis yang biasanya menyerang pada bagian saluran pernapasan. Bakteri ini menyebabkan penderita mngalami sesak napas akibat adanya peradangan pada saluran bronkus sehingga menghambat pada proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Tatalaksana yang dapat diberikan pada pasien yang mengalami sesak napas berupa tindakan farmakologis dan nonfarmakologis. Intervensi nonfarmakologis bisa berupa pengaturan posisi orthopnea. Posisi orthopnea merupakan posisi yang dilakukan dengan cara duduk diatas tempat tidur dengan badan sedikit menelungkup diatas meja atau bantal dengan waktu 5 menit, apabila pasien mampu bisa dilakukan selama 15 menit hingga 30 menit Deskripsi Kasus : Studi kasus ini mengambil 2 pasien laki-laki yaitu Tn. Y dan Tn. A. Pada saat dilakukan pengkajian, Tn. Y mengeluh sesak napas, badan lemas, TD 77/54 mmHg, Nadi 74 x/mnt, Suhu 38,6℃, RR 42x/mnt, SpO2 95% dengan hasil laboratorium tes cepat molekuler paru positif dengan bakteri terdeteksi medium, terdapat suara napas ronkhi, konjungtiva anemis, sklera ikterik, dan terdapat penurunan berat badan 54Kg menjadi 42Kg selama 2 minggu. Sedangkan Tn. A mengeluh sesak napas, badan lemas, pusing, TD 134/87 mmHg, Nadi 102x/mnt, RR 35x/mnt, SpO2 95% dan Suhu 36,6℃ dengan hasil tes cepat molekuler paru positif dengan bakteri tidak terdeteksi, suara napas wheezing, serta BB 65Kg Kesimpulan : Pemberian posisi ortopnea selama 3 hari secara kontinu dapat membantu menurunkan sesak napas pada penderita tuberkulosis. Kata Kunci : posisi ortopnea, sesak napas, tuberkulosis