Vasel Aqilla Kanaka
Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Simbiosis Kejujuran dan Tanggung Jawab Akademik: Investigasi Fenomenologis terhadap Ekosistem Integritas Mahasiswa Manajemen di Indonesia Vasel Aqilla Kanaka; Fernando Andreas W; Laurentius Prasetyo
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 6 No 01 (2026): 2026 JUNI
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v6i02.10540

Abstract

Latar Belakang: Integritas akademik merupakan pilar fundamental pendidikan tinggi, namun menghadapi tantangan yang semakin kompleks pada era digital dan pascapandemi, terutama dengan berkembangnya kecerdasan buatan generatif (Generative Artificial Intelligence/AI). Penelitian sebelumnya umumnya mengkaji kejujuran akademik dan tanggung jawab akademik sebagai variabel yang terpisah, sehingga hubungan timbal balik di antara keduanya masih belum banyak dipahami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kejujuran akademik dan tanggung jawab akademik pada mahasiswa Program Studi Manajemen di sebuah universitas swasta Katolik di Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 12 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa kejujuran akademik tidak hanya berupa kepatuhan terhadap aturan antiplagiarisme, tetapi juga merupakan komitmen moral yang berakar pada identitas diri dan nilai-nilai pribadi. Tanggung jawab akademik diwujudkan melalui pembelajaran yang terregulasi secara mandiri, mencakup manajemen waktu, disiplin, dan ketahanan dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini menemukan adanya hubungan simbiosis mutualistik, di mana tanggung jawab mendukung kejujuran, sementara kejujuran menuntut tanggung jawab untuk menghadapi tantangan akademik secara autentik. Keteladanan dosen, pengaruh keluarga, dan budaya kampus muncul sebagai faktor ekologis penting dalam pembentukan integritas. Implikasi: Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori integritas akademik melalui usulan kerangka moral-perilaku yang terpadu. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya pembangunan ekosistem integritas berbasis karakter yang holistik, bukan hanya mengandalkan kebijakan penghukuman terhadap plagiarisme, sehingga mahasiswa lebih siap menjadi pemimpin yang beretika dan profesional yang bertanggung jawab.