Lusia Salmawati Salmawati
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universita Tadulako, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN TIM PENDAMPING KELUARGA MELALUI PRODUK PANGAN LABU SIAM DAN TELUR BAGI ANAK STUNTING Jamaludin M. Sakung; Nikmah Utami Dewi; Abd. Rahman; Lusia Salmawati Salmawati; A. Ferina Herbourina Bonita
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v7i1.459

Abstract

Kelurahan Duyu merupakan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan menjadi lokasi pendampingan keluarga dalam upaya mencapai target penurunan stunting nasional. Intervensi yang selama ini diberikan berupa telur dan susu belum efektif karena tidak tepat sasaran serta rendahnya daya terima anak. Di sisi lain, labu siam sebagai komoditas lokal melimpah namun kurang dimanfaatkan, sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan fungsional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya tim pendamping keluarga, dalam memproduksi bolu kukus berbasis telur dan labu siam sebagai alternatif pemenuhan gizi ibu hamil dan anak baduta pada 1.000 HPK. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan gizi, pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP), pelatihan pengemasan, demonstrasi pembuatan bolu kukus labu siam, serta pendampingan proses produksi sesuai standar CPPB. Kegiatan juga disertai sosialisasi dan sinkronisasi data sasaran, dengan 20 anak baduta sebagai penerima intervensi. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, kuesioner respon pelatihan, dan pemantauan praktik peserta. Program ini meningkatkan pengetahuan peserta mengenai gizi, pemanfaatan labu siam, serta keterampilan diversifikasi produk pangan. Bolu kukus labu siam diterima dengan baik oleh ibu hamil dan anak baduta, ditunjukkan oleh daya terima tinggi, tekstur yang lembut, serta aroma dan rasa yang disukai. Pengukuran antropometri pasca-intervensi menunjukkan perbaikan status gizi anak, didukung kandungan serat, vitamin, dan mineral dari labu siam. Kegiatan ini efektif mendorong kemandirian masyarakat, meningkatkan potensi ekonomi keluarga, serta menawarkan solusi inovatif dalam penanganan stunting berbasis pangan lokal.