Vilove Voldeline Sakbana
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI, EDUKASI, DAN INFORMASI (KIE) TUBERKULOSIS ANAK MELALUI PENDEKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PANTI ASUHAN KRISTEN “PETRA 246” Maria Magdalena Dwi Wahyuni; Helga Jillvera Nathalia Ndun; Gestriana Nomeni; Vilove Voldeline Sakbana; Dini Indriani Kornelia Faot
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v7i1.460

Abstract

Tuberkulosis (TB) pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta TB dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak panti asuhan mengenai TB pada anak melalui kegiatan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE). Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif dan interaktif, meliputi penyampaian materi PHBS dan materi khusus tentang TB anak, yang disertai dengan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang positif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang TBC sebesar 44%. Anak-anak mampu menjawab pertanyaan, mengulang kembali materi yang disampaikan, serta menunjukkan pemahaman awal mengenai pentingnya PHBS dan pencegahan TB. Meskipun evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui tanya jawab, kegiatan ini menunjukkan bahwa KIE dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan pada anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaksanaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan panti asuhan.