Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di dunia. Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisiologis, seperti penurunan elastisitas pembuluh darah, perubahan irama sirkadian, dan penurunan sensitivitas baroreseptor yang meningkatkan risiko hipertensi. Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga diduga berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada lansia. Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kelurahan Sayang Sedayu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 26 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan status hipertensi ditentukan berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. Analisis hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (65,4%). Sebanyak 23 responden (88,5%) memiliki kualitas tidur buruk, sedangkan 18 responden (69,2%) mengalami hipertensi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia (p=0,022). Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kelurahan Sayang Sedayu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Upaya peningkatan kualitas tidur melalui edukasi kesehatan dan aktivitas fisik secara rutin diharapkan dapat menjadi bagian dari pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia.